Puskesmas Kragan II Tak Bisa Dinaikkan Jadi Rumah Sakit, Bupati Ungkap Alternatif Lain
Bupati Rembang, Abdul Hafidz.
Bupati Rembang, Abdul Hafidz.

Kragan – Puskesmas Kragan II yang terletak di pinggir jalur Pantura Desa Plawangan Kecamatan Kragan, tidak bisa langsung ditingkatkan menjadi rumah sakit tipe B. Hal itu menjadi kendala Pemerintah Kabupaten Rembang, manakala muncul desakan masyarakat agar di wilayah Rembang bagian timur didirikan rumah sakit baru.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menjelaskan karena Puskesmas Kragan II tidak bisa langsung dinaikkan statusnya menjadi rumah sakit, maka ada alternatif lain yang akan ditempuh. Pertama, bangunan Puskesmas tersebut tetap menjadi Puskesmas, kemudian pemerintah membangun rumah sakit baru di tempat lain. Opsi kedua, Puskesmas Kragan II dipindahkan ke lokasi lain, sedangkan bangunannya difungsikan sebagai rumah sakit tipe B.

“Soalnya dari Puskesmas ditingkatkan menjadi rumah sakit ndak boleh. Konsep ini sudah kami lakukan, berdasarkan peta wilayah, jumlah penduduk dan kondisi geografis, sini kan termasuk pinggiran. Pengin kita optimalkan pelayanan kesehatan, “ ujarnya.

Abdul Hafidz menambahkan sebenarnya tim dari pusat sudah pernah datang menemui dirinya, menanyakan rencana Puskesmas Kragan II menjadi rumah sakit. Bahkan Pemkab sendiri telah menyiapkan anggaran sekira Rp 35 Milyar. Namun seiring perkembangan waktu, terbentur regulasi yang melarang Puskesmas dinaikkan menjadi rumah sakit, maka arahnya membangun rumah sakit di lokasi lain. Maka Pemkab butuh waktu setahun lagi, guna merancang studi kelayakan dan menyiapkan desainnya.

“Ya mundur 1 tahun lagi, ini dalam kajian. Kalau Puskesmas langsung jadi rumah sakit, ya mudah. Tapi jika bangun rumah sakit baru, butuh waktu, karena banyak yang harus disiapkan, “ kata Bupati.

Sebelumnya, warga di Kecamatan Kragan, Rizki Nur Muhammad berharap adanya rumah sakit di wilayah Rembang bagian timur, supaya warga di Kecamatan Sarang, Kragan, Sedan dan sekitarnya tidak perlu jauh-jauh ke rumah sakit umum daerah (RSUD) di Rembang. Apalagi, keberadaan rawat inap Puskesmas sering kali penuh.

“Di Puskesmas Kragan II pasien sering penuh pak. Kalau ada rumah sakit di sekitar sini, harapan kami pelayanan kesehatan akan lebih mudah dan cepat, “ ujarnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *