Mendongeng, Terlihat Sepele Tapi Banyak Manfaat
Dyah Ayu Puspitasari mendongeng di depan kedua anaknya, di Desa Tanjung, Kecamatan Sulang.
Dyah Ayu Puspitasari mendongeng di depan kedua anaknya, di Desa Tanjung, Kecamatan Sulang.

Sulang – Berkembangnya zaman membuat kebiasaan mendongeng kepada anak semakin ditinggalkan. Padahal dibalik mendongeng terselip beragam manfaat.

Muhammad Faisal Danes, seorang siswa TK di Sulang mengaku senang apabila guru atau orang tuanya mendongeng. Ia paling suka mendengar kisah tentang binatang.

“Pernah dengar kancil nyuri timun. Kalau nyuri ya nggak boleh ditiru, nanti bisa masuk kantor polisi. Pernah pula dengar dongeng tentang kambing, “ tuturnya polos.

Pendongeng dari Kampung Dongeng yang sering datang ke Rembang, Rice Liana mengatakan umumnya orang tua enggan mendongeng, karena merasa tidak punya waktu maupun alasan tidak memiliki kemampuan mendongeng. Misalnya, penguasaan materi, mengatur intonasi suara, hingga menampilkan mimik wajah.

Wanita asal Bojonegoro, Jawa Timur ini berpendapat mendongeng dikatakan baik, apabila ada muatan pesan yang mudah dipahami.

“Mendongeng tidak hanya mendongeng saja. Tapi di dalamnya ada makna cerita yang ingin disampaikan. Artinya, mendongeng nggak hanya mengenyangkan, tapi juga menyehatkan, “ kata Rice.

Rice menambahkan sekilas mendongeng seperti aktivitas sepele. Padahal sejatinya mendatangkan banyak manfaat, seperti media pembelajaran bagi anak, mendekatkan hubungan emosional antara anak dengan orang tua dan meningkatkan daya komunikasi.

“Ini mendekatkan hubungan batin orang tua dan anak. Meski di Youtube banyak sekali materi dongeng, tapi apabila ibu atau ayahnya yang mendongeng, maka akan lebih akrab dan mengena kepada anak, “ imbuhnya.

Sementara itu Dyah Ayu Puspitasari, warga Desa Tanjung Kecamatan Sulang sudah merasakan sendiri hikmah mendongeng. Yang paling ia rasakan adakah kedekatan emosional dengan kedua putrinya.

“Kalau mau tidur enak, bisa ngumpul sekamar. Anak saya yang kecil sukanya dongeng tentang hal-hal serem, tapi bukan hantu. Misalnya hewan buas gitu, lha yang gede senang cerita tentang puteri, “ kata Dyah.

Dyah mengamati pengaruh main game di HP belakangan ini semakin mewabah. Anak-anak cenderung cuek dan seperti asyik dengan dunianya sendiri. Ia menganggap mendongeng bisa sebagai sarana mengurangi kecanduan anak terhadap game HP. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *