Siswi Tanyakan Berapa Gaji Bupati, Hafidz pun Buka-Bukaan
Bupati Rembang, Abdul Hafidz diajak berswafoto dengan pelajar, seusai program Halo Bupati di SMK Muhammadiyah Gunem, Jum’at (28/02).
Bupati Rembang, Abdul Hafidz diajak berswafoto dengan pelajar, seusai program Halo Bupati di SMK Muhammadiyah Gunem, Jum’at (28/02).

Gunem – Ada pertanyaan menarik dari seorang siswi, saat berlangsung talk show Halo Bupati Spesial Bupati Mengajar di sekolah SMK Muhammadiyah Gunem, Jum’at pagi (28 Februari 2020). Siswi bernama Vina Pujiani tersebut menanyakan sebenarnya berapa gaji seorang Bupati? Vina menganggap banyak yang merasa penasaran.

“Mau tanya pak, berapa gaji Bupati, karena banyak orang merasa penasaran dengan gaji tersebut, “ kata Vina disambut tawa seisi ruangan.

Mendengar hal itu, Bupati Rembang, Abdul Hafidz memperinci gaji pokok Bupati per bulan Rp 2.100.000, kemudian ditambah dengan beragam tunjangan, per bulan mencapai Rp 6.200.000.

Selain itu, juga ada fasilitas dari pemerintah sebesar Rp 20 Juta per bulan, untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga yang sifatnya harus dipertanggungjawabkan penggunaannya. Mulai dari membeli beras, minyak goreng, bensin dan kebutuhan lain sehari-hari di rumah dinas. Angka Rp 20 Juta tersebut tidak bisa diminta dalam bentuk uang.

“Kalau gaji sama tunjangan ya Rp 6,2 Juta. Yang kebutuhan rumah tangga Rp 20 Juta itu beda. Nggak boleh dimasukkan saku, digowo mulih. Pembelian apa saja harus ada struknya. Beli beras, beli minyak ada kwitansinya, “ kata Bupati.

Abdul Hafidz juga membeberkan setiap tahun dirinya menerima upah pungut sesuai ketentuan pemerintah, senilai Rp 250 Juta. Artinya, kalau dirata-rata dengan gaji dan tunjangan, totalnya Rp 25 Juta setiap bulan. Ia kemudian mendorong semangat para siswa untuk giat belajar, supaya bisa meraih cita-cita. Apalagi jika ingin menjadi Bupati, menurutnya harus pintar.

“Saya wis tuwo lah kemarin kuliah ya cumlaude. Dadi bupati yen ora pinter, ora ngarah dadi Bupati. Makanya ben pinter, sregep sinaune, ben dadi Bupati koyo pak Hafidz. Semangat ya, “ ujarnya tersenyum.

Bagi sebagian orang, pertanyaan seputar gaji atau penghasilan, umumnya sering dirahasiakan. Tapi tidak dengan Bupati. Ia justru blak-blakan menjawab pertanyaan siswa, karena menurutnya tidak masalah gaji maupun tunjangan Bupati diketahui oleh masyarakat. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *