Banyak Yang Terkejut, Bupati Hadir Mendadak Di SD N Ngroto
Di SD N Ngroto, Bupati Rembang, Abdul Hafidz menanam pohon. (Gambar atas) Ketika foto bareng, posisi tangan kanan seperti terbang. Bupati ingin Kabupaten Rembang terbang mengejar ketertinggalan.
Di SD N Ngroto, Bupati Rembang, Abdul Hafidz menanam pohon. (Gambar atas) Ketika foto bareng, posisi tangan kanan seperti terbang. Bupati ingin Kabupaten Rembang terbang mengejar ketertinggalan.

Pancur – Banyak yang terkejut saat Bupati Rembang, Abdul Hafidz tiba-tiba hadir ke SD N Ngroto, Kecamatan Pancur, Selasa pagi (25 Februari 2020), di tengah-tengah peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-74 yang digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rembang.

Pembawa acara yang sudah terlanjur membuka kegiatan, spontan langsung terhenti, begitu tahu mobil Bupati masuk halaman sekolah. Camat Pancur, Suharto buru-buru keluar ruangan kelas, untuk menyambut kehadiran pimpinan daerah, diiringi rombongan pegawai sambil membawa tumpeng. Termasuk sebagian wartawan, juga tidak mengira Bupati mau datang ke sekolah terpencil di puncak pegunungan perbatasan antara Kecamatan Pancur dengan Kecamatan Sedan tersebut.

Ketua PWI Kabupaten Rembang, Musyafa mengaku sebenarnya kehadiran Bupati sudah dirancang jauh-jauh hari. Semula kegiatan di SD N Ngroto akan berlangsung pada hari Selasa, 18 Februari lalu. Namun karena ada agenda kerja mendadak, sehingga diundur hari Selasa, 25 Februari 2020. Ia sengaja merahasiakan dari anggota PWI, agar menjadi kejutan saat peringatan Hari Pers Nasional.

“Pihak sekolah juga nggak tahu kalau pak Bupati mau hadir. Termasuk pak Camat, tahunya saat pak Bupati sudah di tengah perjalanan mendekati Ngroto. Kebetulan saya dengan mas Dimas (Ajudan Bupati) komunikasi, merancang kegiatan ini, “ kata Musyafa.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz membenarkan ia sebatas menerima informasi dari ajudannya akan berlangsung peringatan HPN di desa Ngroto, lokasi perkampungan paling tinggi se Kecamatan Pancur. Meski tidak ada undangan tertulis, namun Bupati berusaha menyisihkan waktu untuk hadir langsung.

“Selasa pekan lalu agak susah ngatur waktunya, karena banyak kegiatan. Lhah baru bisa hari ini, “ kata Hafidz.

Hafidz menganggap pers sebagai salah satu pilar demokrasi, ikut menunjang kemajuan daerah dan bangsa. Menurutnya, dunia pers di Kabupaten Rembang cukup aktif dan tidak terpengaruh oleh kelompok manapun, termasuk dari pemerintah sekalipun.

“Pers harus independen, tidak terpengaruh oleh siapapun dan harus menjaga aturan main dalam kode etik jurnalistik. Nantinya bisa menjadi agen kemajuan bangsa, “ tandasnya.

Di bagian akhir kegiatan, pihak PWI Kabupaten Rembang menyerahkan bantuan puluhan buku, puluhan bibit buah-buahan dan berbagai macam peralatan olahraga kepada SD N Ngroto. Setelah itu Bupati Rembang, Abdul Hafidz memotong tumpeng dan menyerahkannya kepada Ketua PWI Kabupaten Rembang, Musyafa. Sebelum kembali ke Rembang, Bupati juga menanam bibit kelengkeng di depan kelas SD N Ngroto. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *