PT. Semen Gresik Pabrik Rembang Berumur 6 Tahun, Dalang Hingga Sekda Titip Pesan
Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto bersama Sekda, Subhakti ikut menyumbangkan lagu dalam pentas wayang kulit di lapangan parkir PT. Semen Gresik Pabrik Rembang, Senin malam (03/02).
Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto bersama Sekda, Subhakti ikut menyumbangkan lagu dalam pentas wayang kulit di lapangan parkir PT. Semen Gresik Pabrik Rembang, Senin malam (03/02).

Gunem – Pendampingan oleh PT. Semen Gresik Pabrik Rembang terhadap Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di kawasan ring 1 sekitar pabrik kedepan layak dikembangkan, untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Rembang, Subhakti menyampaikan masalah tersebut ketika menghadiri pentas wayang kulit, memeriahkan HUT ke-6 PT. Semen Gresik Pabrik Rembang di lapangan parkir pabrik, Desa Kajar, Kecamatan Gunem, Senin malam (03 Februari 2020).

Subhakti menilai kontribusi PT. Semen Gresik untuk masyarakat sudah dirasakan. Ia mencontohkan BUMDes di desa ring 1 sekitar pabrik yang mendapatkan anggaran dari PT. Semen Gresik setiap tahun, diharapkan mampu menumbuhkan pemberdayaan ekonomi.

“Ekonomi menjadi trigger, kemudian bisa menyentuh sektor-sektor lain. Syukur lagi kalau ada ring-ring lain di luar ring 1 ini. Makanya kita berdo’a supaya PT. Semen Gresik kian maju, “ bebernya.

Subhakti menambahkan sering kali PT. Semen Gresik hadir melalui program CSR nya. Sepanjang musim kemarau kemarin, mereka banyak menggelontorkan bantuan air bersih guna mengurangi dampak kekeringan, maupun bantuan bagi korban bencana kebakaran.

“Kontribusinya sangat luar biasa, ini tidak lepas dari komitmen Semen Gresik. Tidak hanya bermanfaat untuk masyarakat pada umumnya, tetapi terkhusus di ring 1, “ imbuh Sekda.

Sementara itu, Direktur Produksi PT. Semen Gresik, Joko Sulistyanto menyatakan pihaknya memang fokus meningkatkan pemberdayaan, supaya bantuan yang disalurkan dapat bermanfaat untuk jangka panjang. Ia memastikan akan mengambil lebih banyak peran.

“Jadi nggak hanya memberi, tapi bagaimana memberdayakan. Semua lini kita masuki. Seni budaya seperti malam ini ada pentas wayang kulit, kemudian olahraga juga kita masuki, banyak. Kalau ada yang kurang dari kami, silahkan dikontrol dan diingatkan, “ tandas Joko.

Sementara itu pentas wayang kulit yang disiarkan langsung Radio R2B 98,4 FM, menampilkan dalang Ki Sigit Ariyanto dari Tawangsari, Kelurahan Leteh, Rembang. Suasana semakin semarak, karena didatangkan bintang tamu Agnes Serfozo, sinden bule dari Hungaria. Ki Sigit Ariyanto mementaskan lakon Gatotkaca Winisuda. Sebelum pentas, Sigit titip pesan nantinya PT. Semen Gresik bersama pemerintah dapat memajukan dunia seni, melalui pembangunan sanggar seni.

“Penginnya Rembang punya sanggar sendiri, nggak hanya untuk pagelaran wayang kulit, tapi juga latihan kethoprak, drama, karawitan. Biar lewat program kesenian, dapat mengangkat nama Rembang, “ ujarnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *