Jembatan Di Jalur Alternatif Rembang – Pati Ditutup, Jatihadi Kena Imbasnya
Badan jembatan di perbatasan Kab. Rembang dan Pati yang terkikis air. (Foto atas) Jalan menuju jembatan ditutup.
Badan jembatan di perbatasan Kab. Rembang dan Pati yang terkikis air. (Foto atas) Jalan menuju jembatan ditutup.

Sumber – Jembatan tua peninggalan zaman Belanda yang ada di jalur alternatif, perbatasan antara Kabupaten Rembang dengan Kabupaten Pati tepatnya di Desa jatihadi kecamatan sumber kondisinya rusak parah. Saat ini untuk akses kendaraan roda 4 maupun truk ditutup total. Jembatan tersebut hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

Markum, seorang perangkat desa Jatihadi mengatakan setelah jembatan ditutup, kendaraan mobil dan truk beralih lewat ke jalan dalam kampung Desa Jatihadi, tembus sampai Mapolsek Sumber.

Akibatnya jalan aspal di Desa Jatihadi yang baru jadi, sekarang ikut rusak parah, karena dilalui truk bertonase berat. Pihak desa tidak kuasa melarang, maka ia berharap kepada Pemkab Rembang untuk segera memperbaiki jembatan yang rusak tersebut.

“Jembatan nya ambrol, sekarang dipasangi bambu. Biar yang lewat situ kali pertama, nggak bahaya. Jalan ditutup sejak hari Jum’at lalu. Pak Camat sudah kita lapori dan diteruskan ke Pemkab. Ini hujannya deras, khawatir jembatan yang tergerus semakin meluas, “ kata Markum.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kabupaten Rembang, Sugiharto ketika dikonfiormasi berjanji akan melakukan perbaikan secepatnya. Tapi perbaikan bersifat darurat, agar mobil kecil bisa lewat dulu. Khusus truk tetap dialihkan ke jalur lain. Tak sekedar penanganan sementara, kedepan pihaknya juga akan mengusulkan perombakan total jembatan, melalui anggaran daerah tahun 2021.

“Gorong-gorong di bawah jembatan ada 3 atau 4. UPT sudah cek kesana. Jembatan itu panjangnya sekitar 4-5 Meter, lebar 3 Meter. Kerusakan akan kita benahi, tapi mestinya juga dibangun baru. Soalnya terus tergerus air. Apalagi sering dilewati truk bertonase berat. Kita usulkan 2021, berapa anggarannya, ini masih dihitung, “ tandasnya.

Sugiharto memerintahkan kepada jajarannya di satuan bawah meningkatkan pemantauan jalan dan jembatan, terutama pasca curah hujan meningkat. Begitu menemukan tanda-tanda rawan membahayakan keselamatan pengguna jalan, segera dilaporkan untuk bahan penanganan lebih lanjut. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *