Upaya Pemkab Bentuk Puslat, Dari Ratusan Pendaftar Menjadi 25 Pemain
Para pemain yang ikut seleksi pemusatan latihan. (Foto atas) Dari ratusan peserta, akhirnya terjaring 25 pemain untuk pemusatan latihan.
Para pemain yang ikut seleksi pemusatan latihan. (Foto atas) Dari ratusan peserta, akhirnya terjaring 25 pemain untuk pemusatan latihan.

Rembang – Pemerintah Kabupaten Rembang semakin intensif memperhatikan pembinaan sepak bola. Setelah Bupati dalam talk show Halo Bupati R2B menggulirkan Gerakan 1000 Bola, di sisi lain Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Rembang juga menyelesaikan penjaringan pemain sepak bola untuk mengikuti pemusatan latihan (Puslat) di Stadion Krida Rembang.

Kepala Seksi Keolahragaan Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga, Haryanto menjelaskan pada awal pembukaan seleksi, terdapat 150 an orang peserta. Setelah melalui pemantauan, akhirnya mengerucut tinggal 25 pemain. Mereka berusia antara 17 – 20 tahun. Pihaknya ingin yang terpenting menyiapkan sumber daya manusia (SDM) sepak bola terlebih dahulu, setelah itu digodok dalam pemusatan latihan.

Soal akan dipakai untuk apa, menurut Haryanto bisa saja pemain disuplai ke tim PSIR atau mengikuti ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah.

“Kalau PSIR, sesuai aturan kompetisi usianya 23 tahun ke bawah. Yang terpenting SDM nya kita siapkan dulu. 25 orang ini bisa jadi 2 tim, kipernya 3 orang. Lini belakang, tengah dan depan sudah dibagi sama tim teknis, “ terangnya.

Haryanto menambahkan jumlah sekolah sepak bola (SSB) di Kabupaten Rembang cukup banyak, mencapai 42 SSB. Selama ini lulusan SSB ketika masuk jenjang sekolah SMA sederajat, tidak ada yang mewadahi. Atas dasar kondisi tersebut, dibentuklah pemusatan latihan. Mulai kostum hingga uang ganti transport pemain disediakan oleh anggaran daerah. Ia menilai kedepan penjaringan pemain dari berbagai kelompok umur perlu digalakkan, karena talenta-talenta muda sepak bola di Kabupaten Rembang sangat banyak.

“Kita bisa menyasar pembinaan Usia-12, U-14, U-16 maupun U-17. SSB semakin tumbuh, jadi kita berikan arah yang jelas untuk mencari bibit-bibit potensial, “ tandasnya.

Lalu sampai kapan pembinaan pemain yang sudah lolos seleksi ? Haryanto menyebutkan akan dibina secara berkelanjutan, sesuai kesiapan anggaran di Dinas Pendidikan, Pemuda Dan Olahraga. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *