Putera Tertua Alm. Kiai Maimoen Zubair Bicara Tentang Sosok Pemimpin, Pakaian Ada 18 Tambalan
Abdullah Ubab Maimoen.
Abdullah Ubab Maimoen.

Rembang – Dalam menentukan seorang pemimpin daerah, Abdullah Ubab, putera tertua Alm. Kiai Maimoen Zubair mengingatkan sejarah khalifah Islam dari masa ke masa, setelah wafatnya Rasulullah Muhammad SAW. Ternyata banyak hikmah yang bisa menjadi bahan pembelajaran.

Dalam suatu kesempatan, ulama yang biasa disapa Gus Ubab tersebut menceritakan kepemimpinan Abu Bakar, Umar Bin Khatab, Sayyidina Utsman dan Ali Bin Abi Thalib.

Abu Bakar ketika ditanya apa yang paling disenangi, menjawab paling senang mengikuti model kepemimpinan seperti Rasulullah.

“Setelah menjadi khalifah, ditanggalkan semua pekerjaan. Hanya satu, fokus mengurusi masyarakat, “ bebernya.

Kemudian Khalifah Umar Bin Khatab sangat terkenal dengan sikap perilakunya seperti orang miskin, namun memiliki jiwa sosial yang luar biasa. Di masa kepemimpinan Umar Bin Khatab, pengaruhnya merambah sampai Asia Timur, Afrika bahkan Eropa.

“Sebuah riwayat mengisahkan setiap mengikuti rapat umum, Umar mengenakan pakaian bertambal-tambal sampai 18 tambalan,“ kata Gus Ubab.

Selanjutnya Sayyidina Utsman juga dikenal sangat dermawan dan tiap malam membaca kitab suci Al Qur’an hingga khatam. Terakhir Khalifah Ali Bin Abi Thalib lebih mengedepankan peningkatan ilmu pengetahuan dan sering berperang.

Gus Ubab menyarankan kepada siapa pun termasuk para pemimpin, untuk sering berdzikir dengan bacaan Yaa Syakur, karena menurutnya diyakini akan mampu menghilangkan segala macam kesukaran.

“Setiap hari minimal 100 kali. Khusus hari Jum’at, kalau bisa 1000 kali. Alhamdulillah sekarang semakin banyak yang mengamalkan, “ tandasnya.

Gus Ubab juga menyinggung tentang Pilkada serentak 23 September mendatang. Calon yang akan maju mestinya jangan memikirkan kepentingan diri sendiri dan tidak boleh menjelek-jelekkan orang lain.

“Kita ini saudara, sesama warga Kabupaten Rembang. Jangan menjelek-jelekkan satu sama lain, meski beda partai. Pokoknya kalau mementingkan diri sendiri, semoga nggak jadi, “ pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *