Kisah Embung Kaliombo, Rencana Proyek Lama Yang Terkatung-Katung
Ilustrasi embung (berdesa.com).
Ilustrasi embung (berdesa.com).

Sulang – Setelah lama tak terdengar kabarnya, rencana pembangunan embung skala besar di Desa Kaliombo, Kecamatan Sulang, kembali mencuat. Kali ini Bupati Rembang, Abdul Hafidz melontarkan keinginan pengadaan tanah bisa dimulai pada tahun 2021.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menjelaskan studi pembangunan Embung Kaliombo sudah ada, namun kala itu terbentur kendala pengadaan lahan. Maka ia mendorong pengadaan lahan dapat dilaksanakan lagi, perkiraan membutuhkan tanah seluas antara 15 – 20 hektar. Sambil menunggu proses tersebut, Pemkab Rembang saat ini sedang fokus merancang pembangunan embung di Desa Glebeg Kecamatan Sulang, dengan anggaran sekira Rp 5 Milyar. Menurut Bupati, masalah kesulitan air akan bisa dikurangi, apabila jumlah embung semakin banyak.

“Kulo kepengin ning kene ono jenenge Embung Kaliombo, wonten namanya pembebasan tanah. Soale mpun wonten studinya, insyaallah 2021 mulai pembebasan tanahnya. Wong kene ben ora kangelan golek banyu, pertaniane maju. Tahun niki kulo nembe ngrancang embung di Desa Glebeg, “ ujarnya.

Sebelumnya, rencana pembangunan Embung Kaliombo Kecamatan Sulang sudah dirintis sejak tahun 2008 silam. Semula akan menempati lahan 53 hektar. Namun kala itu Pemkab Rembang berupaya menghindari lahan milik Perhutani, dengan alasan ganti rugi tegakan pohon memakan biaya besar. Akhirnya, Pemkab Rembang mengurangi luas embung tinggal 17 hektar. Pemerintah baru membebaskan lahan 1,4 hektar, itu pun hanya untuk akses jalan masuk menuju calon lokasi embung. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *