Warkop Semi Kafe Karaoke Semakin Marak, Bupati Angkat Bicara
Petugas Satpol PP merazia warung kopi semi kafe karaoke di Desa Bonjor, Kecamatan sarang.
Petugas Satpol PP merazia warung kopi semi kafe karaoke di Desa Bonjor, Kecamatan sarang.

Sarang – Setelah sempat dirazia, petugas Satuan Polisi Pamong Pradja (Satpol PP) Kabupaten Rembang terus memantau aktivitas sebuah warung kopi semi kafe karaoke di Desa Bonjor, Kecamatan Sarang.

Kepala Bidang Ketertiban Umum, Ketentraman Masyarakat Dan Penegakan Perda Satpol PP, Teguh Maryadi, Jum’at siang (17 Januari 2020) menjelaskan kalau hanya sebatas menjual kopi, pihaknya tidak akan menertibkan.

Yang jadi masalah, ketika ada laporan dari masyarakat, warung kopi tersebut diduga menjual minuman keras, sekaligus banyak pemandu karaoke layaknya di kafe. Satpol PP kemudian turun tangan dan mengamankan barang bukti Miras. Pihak desa juga diperintahkan untuk mengawasi. Kalau kembali terulang, Teguh mengisyaratkan pemilik warung akan dijerat dengan pasal tindak pidana ringan (Tipiring).

“Yang di Bonjor, Kec. Sarang, kami hari Selasa depan akan kesana, untuk memantau lagi. Soalnya masyarakat resah Warkop jualan Miras, kemudian lapor kami. Kemarin kita juga datangi Warkop di Desa Ringin, Kecamatan Pamotan, untuk pembinaan, “ terang Teguh.

Disinggung tentang pemandu karaoke berpakaian seksi, menurut Teguh sebenarnya melanggar Peraturan Daerah. Ia mengakui pemandu karaoke di kafe berizin banyak yang seperti itu, namun terkesan ada toleransi, karena pertimbangan lokasinya tertutup. Apabila ditemukan di Warkop terbuka, kondisinya akan lain.

“Di Perda kita tentang tertib sosial, nggak boleh kenakan baju seksi. Nggak ada aturan usaha berizin atau tidak. Cuman yang di Warkop terbuka, kita tekan terus berpakaian sopan, “ imbuhnya.

Sebelumnya, Bupati Rembang, Abdul Hafidz memerintahkan kepada sejumlah instansi terkait, untuk menanggulangi masalah warung kopi semi kafe karaoke yang semakin marak, belakangan ini. Jangan sampai hanya menjadi kedok, kemudian menimbulkan beragam masalah sosial.

“Itu memang benar, jadi suara yang saya terima, transaksinya di situ, eksekusinya di luar. Nggak tahu di mana. Saya dengarkan suara rakyat, muda-mudahan bisa kita benahi. Satpol PP pak Waluyo, Disperindagkop pak Akhsanudin, segera ditindaklanjuti, “ tandasnya.

Sementara itu, Aris, seorang warga di Rembang menilai penanganan warung kopi semi kafe karaoke, cenderung antar instansi berjalan sendiri-sendiri. Selain itu, perlu diterapkan upaya pendataan dan pembinaan kontinyu, sehingga diketahui titik-titik mana saja yang membandel, untuk bahan menjatuhkan sanksi lebih tegas.

“Jangan heran kalau wilayah Kabupaten Rembang ibaratnya jadi surga bagi usaha seperti itu. Banyak Ruko dulunya sepi, sekarang semua merata jadi bisnis Warkop semi kafe karaoke. Berlakukan Perda secara efektif, kalau mau bersih-bersih, “ bebernya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *