Senjata Rusak Jelang Sea Games, Bupati Apresiasi Perjuangan Anung
Anung Satriyo Wibowo, saat mengikuti prosesi pengalungan medali di arena Sea Games. (Foto atas) Anung diarak dengan mobil Patwal polisi, Rabu (18/12).
Anung Satriyo Wibowo, saat mengikuti prosesi pengalungan medali di arena Sea Games. (Foto atas) Anung diarak dengan mobil Patwal polisi, Rabu (18/12).

Lasem – Seorang penjual bedil, warga Desa Sriombo Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, berhasil menyabet medali perunggu, dalam ajang Sea Games Filiphina. Pria bernama Anung Satrio Wibowo tersebut tiba di Kota Rembang, Rabu (18 Desember 2019) dan langsung diarak menuju kampungnya.

Terlebih dahulu Anung Satrio Wibowo bersama keluarga diterima oleh Bupati Rembang, Abdul Hafidz di ruang kerjanya. Hafidz mengaku bangga ada warganya mampu menyabet medali perunggu di ajang Sea Games. Ia berharap nantinya dapat menjadi momentum untuk semakin menggerakkan dunia olahraga di Kabupaten Rembang.

“Kita perlihatkan kepada publik bahwa Kabupaten Rembang tidak kalah dengan daerah lain, “ ujarnya.

Bupati berjanji akan menggelontorkan bonus Rp 50 Juta dan ingin mencarikan dana CSR dari perusahaan, guna menambah bonus bagi Anung Satrio Wibowo.

“Untuk bonus Rp 50 Juta dari APBD, semoga bisa cair tahun 2020. Saya juga akan minta kepada perusahaan-perusahaan untuk ikut partisipasi, menambah penghargaan kepada mas Anung, “ imbuhnya.

Sementara itu, Anung Satrio Wibowo menceritakan pemantapan di Pelatnas, kawasan Senayan Jakarta, selama 6 bulan tergolong sangat berat. Kondisi tak terduga, 3 Minggu sebelum berangkat ke Filiphina, piranti untuk menembak yang disiapkan mengalami kerusakan. Ia kemudian mendapatkan pinjaman dari pelatihnya.

“Waktu itu masih di Senayan, jadi saat trouble saya nggak punya waktu lagi untuk setting ulang. Dapat pinjaman dari pelatih saya, tapi ya harus menyesuaikan dengan karakter unit baru lagi. Puji Tuhan masih dapat perunggu. Gusti masih welas sama saya, “ ujarnya.

Anung turun pada cabang olahraga menembak di kelas senapan angin Benchrest jarak 25 Meter. Ia bersyukur masih mendapatkan medali perunggu. Peraih medali emas, rekannya sesama atlet asal Nganjuk-Jawa Timur, sedangkan medali perak direbut atlet tuan rumah, Filiphina.

Ia berharap kedepan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Pemerintah Kabupaten Rembang lebih peduli terhadap perkembangan olahraga, terutama cabang menembak. Mengingat cukup banyak talenta-talenta muda berbakat di Kabupaten Rembang.

“Setidaknya saya bisa membuat cerita buat keluarga dan daerah saya Kabupaten Rembang, menjadi kebanggaan bagi anak-anak saya. Saya berharap pembinaan olahraga lebih diperhatikan, “ terang bapak 4 anak ini.

Seusai dari Kantor Bupati, Anung menuju kampungnya di Desa Sriombo, Kecamatan Lasem. Mendekati terminal Lasem, Anung yang semula menumpang di mobil Camat Lasem, kemudin keluar dan diminta naik ke mobil Patwal polisi, untuk diarak sampai Desa Sriombo.

Suasana rumah Anung yang bersebelahan dengan kediaman ibundanya, sudah ramai oleh kerumunan masyarakat. Anung disambut tari-tarian, dan musik gamelan.

Kondisi semacam ini tak pernah disangka oleh Anung sendiri maupun keluarganya. Hal itu karena Anung bukan berlatar belakang aparat TNI atau Polri. Melainkan hanya penjual bedil. Semula yang bersangkutan rajin mengikuti event, karena ingin supaya bedil rakitannya laris. Belajar autodidak sejak tahun 2017 lalu, Anung ketagihan ikut lomba dan akhirnya berhasil lolos seleksi Pelatnas. Kegigihan Anung bisa menjadi inspirasi bagi kita semua. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *