Kampanyekan Anti Kekerasan, Ditutup Joget Bareng Dengan Anak-Anak
Di akhir penutupan, peserta pelatihan lisensi D PSSI memantau anak-anak usia dini main sepak bola. Setelah itu, mereka berjoget bersama, Minggu pagi (15/12).
Di akhir penutupan, peserta pelatihan lisensi D PSSI memantau anak-anak usia dini main sepak bola. Setelah itu, mereka berjoget bersama, Minggu pagi (15/12).

Rembang – Selama 1 Minggu menimba ilmu untuk mengantongi Lisensi D pelatih sepak bola PSSI, 26 peserta yang mayoritas warga Kabupaten Rembang, banyak mendapatkan pengalaman baru dari instruktur sekaligus pelatih terkenal, Joko Susilo.

M. Heppi, salah satu peserta mengaku antusias mengikuti kegiatan kursus itu, karena instruktur cukup bagus dalam menyampaikan materi dan ada hal-hal baru yang belum ia pelajari sebelumnya.

Setelah ikut lisensi D, mantan pemain PSIR Rembang ini ingin menerapkan ilmunya untuk pembinaan sekolah sepak bola (SSB) di Desa Mondoteko. Baginya, jika kelak ada kesempatan lagi, tertarik meningkatkan lisensi kepelatihan.

“Dari coach Joko, diajarkan seperti latihan pengembangan heading, kemudian gerak tipu maupun strategi. Untuk terus belajar, nggak ada kata menyerah. Pengin menaikkan lisensi terus, ” ujarnya.

Instruktur dari PSSI, Joko Susilo berpendapat potensi pelatih lisensi D di Kabupaten Rembang secara umum sangat bagus, sehingga bisa menjadi modal pengembangan sepak bola pada masa mendatang. Ia akan langsung melaporkan hasilnya kepada PSSI. Terkait 26 peserta lulus semua atau tidak, pria asli Cepu Kabupaten Blora ini menyatakan lisensi D baru akan keluar, maksimal 3 bulan kedepan.

“Mereka menerima pelajaran bagus kok, kalau ada kekurangan wajar. Satu dua hari ini saya laporkan ke PSSI. Kemungkinan semua lulus, “ ungkap Joko.

Saat penutupan pelatihan lisensi D, Minggu pagi (15 Desember 2019) ditandai dengan kegiatan sepak bola anak usia dini di Stadion Krida Rembang, sambil dipantau peserta pelatih lisensi D. Mereka berasal dari berbagai sekolah sepak bola. Menurut Joko, pihaknya ingin menularkan semangat anti kekerasan, sportivitas dan hidup sehat.

“Kita tanamkan satu sama lain respect, jaga sportivitas, buang sampah nggak di sembarang tempat. Tuch lihat di lapangan nggak ada yang buang sampah botol minuman. Ini sebagai bagian kampanye pengembangan sepak bola, “ imbuhnya.

Joko menambahkan apabila seseorang sudah mendapatkan lisensi D pelatih, maka harus menunggu minimal 6 bulan, untuk bisa meningkatkan lisensi di jenjang C. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *