Medsos : Cepet-Cepetan, Kini Mulai Meninggalkan Jati Diri
Ketua AKSI Rembang, Moh. Sugiharyadi.
Ketua AKSI Rembang, Moh. Sugiharyadi.

Rembang – Sejumlah kalangan merasa prihatin ketika terjadi peristiwa kecelakaan lalu lintas, foto-foto korban yang kondisinya memprihatinkan diupload ke media sosial (Medsos) dan semakin menyebar.

Seorang advokat di Rembang, Darmawan Budiharto berpendapat ketika ada korban kecelakaan meninggal dunia dengan kondisi luka mengenaskan, dari sisi kemanusiaan mestinya tidak dishare secara fullgar. Masyarakat perlu belajar tentang norma-norma kesopanan, susila maupun norma hukum dalam bermedia sosial. Jangan sampai apa yang diunggah, justru melukai perasaan keluarga korban dan menimbulkan masalah baru.

“Kalau ada korban kecelakaan yang organ dalamnya terlihat, jangan lah kemudian difoto dan diupload ke media sosial. Bagi saya hal itu bertentangan dengan norma-norma kesopanan, “ kata Darmawan.

Ditemui terpisah, Ketua Akademi Komunitas Semen Indonesia (AKSI) Rembang, Moh. Sugiharyadi menyoroti ketika terjadi kecelakaan lalu lintas, bukannya segera menolong korban, tetapi justru lebih dulu mengutamakan mengambil foto korban maupun kondisi TKP.

Ia menduga karena antar akun media sosial saling bersaing lebih cepat menginformasikan. Dampak dari adu cepat tanpa klarifikasi tersebut, menurut Sugi Haryadi rawan berimbas pada informasi yang sulit dipertanggungjawabkan.

“Sekarang ada kecenderungan cepet-cepatan, tanpa ada informasi secara detail. Bagi saya ini akan memicu masalah berikutnya, “ ujarnya.

Maka Sugiharyadi mendukung rencana sarasehan media sosial di era digital yang diprakarsai Polres Rembang bersama Persatuan wartawan Indonesia (PWI). Ia berharap akan menjadi sarana pembelajaran bagi pelaku media sosial, lebih-lebih untuk mengingat kembali jati diri masyarakat Jawa yang mengedepankan sifat kemanusiaan dan kegotongroyongan.

“Penggunaan Medsos belum sepenuhnya mencerminkan kepribadian kita sebagai masyarakat Jawa, terutama warga Kabupaten Rembang. Semoga kalau kita duduk dan ketemu bareng, dapat kembali menemukan siapa jati diri kita, “ imbuh Sugiharyadi.

Sarasehan Medsos Sehat, Rembang Bermartabat akan berlangsung di gedung Balai Kartini Rembang, Senin 25 November 2019, mulai pukul 19.00 Wib. Acara yang juga akan dimeriahkan dengan bagi-bagi door prize ini, terbuka untuk umum. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *