Ganti Menteri Baru, Begini Usulan Nelayan Cantrang Di Rembang
Kapal cantrang di Pelabuhan Tasikagung, Rembang.
Kapal cantrang di Pelabuhan Tasikagung, Rembang.

Rembang – Kalangan nelayan cantrang Rembang memanfaatkan momentum penggantian Menteri Kelautan Dan Perikanan, dari Susi Pudjiastuti kepada Edhi Prabowo, untuk menyuarakan tuntutan mereka.

Tokoh nelayan kapal cantrang di Rembang, Suyoto mengaku baru saja  memenuhi undangan di kantor Kementerian Kelautan Dan Perikanan, bersama pelaku usaha perikanan se Indonesia. Ia mengamati setelah ganti menteri, aturan-aturan lama yang memberatkan nelayan cantrang, tidak serta merta langsung dicabut. Namun ada peluang kemungkinan akan direvisi.

Dirinya mencontohkan saat masa Susi Pudjiastuti, penggunaan jaring cantrang dibatasi untuk kapal berbobot 30 Gros Ton (GT) ke bawah dengan area tangkapan telah ditentukan. Tapi begitu ganti menteri, pihaknya mengusulkan supaya kapal berbobot 100 GT ke bawah, diperbolehkan mengoperasikan jaring cantrang.

“Soalnya kalau dibatasi kapal 30 GT kebawah, nelayan kesulitan dapat hasil. Apalagi zaman semakin berkembang saat ini. Kami mengusulkan supaya besaran kapal yang pakai cantrang ditingkatkan. Paling tidak 100 GT ke bawah, boleh pakai cantrang. Area tangkap juga akan semakin luas, “ ujarnya kepada Reporter R2B, Jum’at (22 November 2019).

Disinggung perizinan kapal cantrang, menurutnya rata-rata kapal di Kabupaten Rembang akan habis masa izinnya pada bulan Maret 2020. Ia membenarkan izin yang harus diurus nelayan sekarang ini terlalu banyak. Kedepan Suyoto mengusulkan dipermudah dan semakin dirampingkan.

“Memang prosedur perizinan kapal belum dibahas secara intens, tapi sudah pernah kami ajukan. Izin jangan banyak-banyak seperti inilah, kementerian menanggapi masih menggodok ketentuannya, “ imbuh pria warga Desa Tasikagung, Rembang ini.

Lebih lanjut Suyoto menimpali nelayan cantrang di Kabupaten Rembang akan menggelar kegiatan makan ikan bareng di kawasan Alun-Alun, tanggal 05 Desember 2019. Menurutnya, acara tersebut tidak ada kaitan dengan pergantian menteri, tetapi untuk menyukseskan kampanye gemar makan ikan, sekaligus dibarengkan dengan momentum pelantikan 237 kepala desa terpilih hasil Pilkades serentak, 06 November 2019 lalu. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *