BUMDes Buka Mini Market, Pendamping Ingatkan Sejumlah Hal Agar Kuat Bertahan
Mini Market Bangun Yuwana. (Foto atas) Calon Kades terpilih Desa Sumberejo, Slamet Rahayu didampingi Kades Sumberejo sekarang, Yopi Arifianto mengecek kondisi dalam mini market, Selasa (19/11).
Mini Market Bangun Yuwana. (Foto atas) Calon Kades terpilih Desa Sumberejo, Slamet Rahayu didampingi Kades Sumberejo sekarang, Yopi Arifianto mengecek kondisi dalam mini market, Selasa (19/11).

Rembang – Pemerintah Desa Sumberejo Rembang membuat gebrakan baru, dengan mendirikan mini market yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Lalu apa trik mereka supaya mampu bersaing dengan mini market lainnya ?

Kepala Desa Sumberejo, Rembang, Yopi Arifianto menjelaskan mini market BUMDes Bangun Yuwana tersebut, menempati tanah dan bangunan ukuran 8 x 9 Meter milik desa. Posisinya di depan balai desa Sumberejo atau persis sebelah selatan Pasar Rembang. Modal awal sekira Rp 100 Juta, namun ditargetkan dalam waktu 1 tahun dapat kembali modal. Mengingat ada usaha-usaha lain yang akan ditangani oleh mini market tersebut. Dipilihnya mini market, karena lokasi strategis berdekatan dengan pasar. Selain itu, dapat menjadi sarana pemasaran bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Desa Sumberejo.

“e-warung yang menangani bantuan pangan non tunai (BPNT) rencananya akan kita tarik ke sini. Sudah ada 7 orang pekerja yang kita berdayakan. Sebelumnya BUMDes sudah punya usaha sewa tratak dan sound system, serta MCK, “ bebernya.

Saat peresmian mini market, Selasa pagi (19 November 2019), turut hadir pula calon kepala desa terpilih Desa Sumberejo, Slamet Rahayu. Pria yang biasa dipanggil Kamik ini mendorong supaya BUMDes menata harga barang-barang yang dijual di mini market, supaya bisa bersaing. Setelah dilantik, Kamik juga berencana menjajaki perluasan usaha BUMDes di bidang konveksi.

“Kalau kita mau bersaing dengan Alfamart dan Indomaret ya masih jauh. Harapannya warga Desa Sumberejo dulu mau beli ke sini. Maka jangan sampai harganya di atas harga pasar, minimal setara dengan harga pasar. Habis ini kita ingin buka usaha konveksi, “ kata Kamik.

Keberadaan mini market ini juga didampingi STIE YPPI Rembang, mulai dari perencanaan, strategi pasar dan manajemen keuangan. Afif Mahmudi, tim pendamping dari STIE YPPI mengingatkan sejumlah hal, agar mini market bertahan lama. Yang pertama, produk unggulan Desa Sumberejo turut dijajakan, guna membangun keterikatan dengan masyarakat setempat. Kedua, harga harus bersaing, kemudian menerapkan manajemen keuangan yang trasparan dan memberikan pelayanan terbaik.

“Buat laporan keuangan harian, bulanan sampai buat neraca, kita dampingi. Sistemnya nggak manual, tapi komputerisasi, biar mudah diakses. Strategi layanan juga harus diperhatikan, biar yang beli ke sini mau datang lagi, “ terang Afif.

Afif menganggap mini market BUMDes Sumberejo layak menjadi percontohan bagi desa-desa lain. Begitu embrio awal ini sukses, dapat dikembangkan ke titik berikutnya. Apalagi untuk desa-desa besar yang memiliki wilayah cukup luas, seperti Sumberejo. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *