Semula Perolehan Suara Draw Atau Seri, Begini Hasil Akhir Pilkades Tegalmulyo
Penghitungan suara Pilkades di Desa Tegalmulyo, Kec. Kragan harus diulang sampai 3 kali.
Penghitungan suara Pilkades di Desa Tegalmulyo, Kec. Kragan harus diulang sampai 3 kali.

Kragan – Penghitungan suara dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kragan harus dihitung ulang sampai 3 kali, karena suara dua orang calon hasilnya draw atau seri.

Semula pada penghitungan pertama, calon kepala desa nomor urut 1 atas nama Suryadi mendapatkan 798 suara, dengan rincian kotak wilayah barat 182 suara, kotak wilayah tengah 290 suara dan kotak wilayah timur 326 suara.

Sedangkan calon Kades nomor urut 2 atas nama Aslori, juga memperoleh 798 suara, masing-masing kotak wilayah barat 166 suara, kotak wilayah tengah 274 suara dan kotak wilayah timur 358 suara.

Lantaran sama-sama memperoleh 798 suara, akhirnya disepakati penghitungan ulang untuk kotak wilayah timur, lantaran dianggap ada yang janggal. Khusus kotak wilayah timur ini, calon Kades Suryadi yang semula mendapatkan 326, berkurang 1 menjadi 325 suara. Sementara untuk calon Asroli tetap, yakni 358 suara.

Setelah itu, baru dijumlahkan total. Suryadi mengantongi 797 suara dan Aslori 798 suara. Aslori dinyatakan menang, hanya dengan selisih 1 suara.

Kapolsek Kragan, Iptu Setiyanto ketika dikonfirmasi, Kamis (07 November 2019) menjelaskan kroscek hitung ulang tersebut, sampai dilakukan tiga kali, agar semua pihak merasa yakin. Proses pembuatan berita acara dan penandatanganan, baru selesai sekira pukul 00.05 Kamis dini hari.

“Dari awal pertama, penghitungan memang hasilnya draw. Tapi setelah dihitung ulang sampai 3 kali, barulah ketahuan ada selisih 1 dan dimenangkan calon Kades nomor urut 2, “ kata Kapolsek.

Iptu Setiyanto menimpali meski pelaksanaan Pilkades di Desa Tegalmulyo berlangsung sangat ketat, namun pihaknya berharap kepada calon maupun tim suksesnya untuk bersama-sama menjaga situasi desa tetap kondusif. Kalau ada masalah, bisa diselesaikan sesuai prosedur.

“Ya pendukung kedua belah pihak bisa menjaga kondusivitas, bisa saling meredam dan rukun kembali. Tapi sejauh pantauan kami, kondusif kok, “ imbuhnya.

Di Kecamatan Kragan sendiri, dari total 27 desa, tahun ini sebanyak 19 desa melangsungkan Pilkades serentak. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *