Dishub Terima Laporan Nyala LPJU Aneh, Langsung Ditindaklanjuti
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan, Moch. Daenuri keluar dari Kantor Bupati Rembang.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan, Moch. Daenuri keluar dari Kantor Bupati Rembang.

Rembang – Pemerintah Kabupaten Rembang tahun 2019 ini menambah 211 titik lampu penerangan jalan umum (LPJU). Lampu-lampu tersebut disebar ke seluruh wilayah 14 kecamatan. Namun bagaimana tanggapan dinas terkait, kenapa jalan-jalan protokol di dalam kota Rembang justru masih gelap pada malam hari ?

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Rembang, Moch. Daenuri mengatakan pembuatan pondasi LPJU sudah selesai, kemudian dilanjutkan proses pemasangan tiang lampu. Ditargetkan bulan November ini sudah menyala. Pejabat yang juga merangkap sebagai Kepala Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil tersebut mengingatkan sebelum memasang lampu jika berdekatan dengan pohon rimbun, sebaiknya dirabas-rabas dulu, supaya terang.

“Saya sudah perintahkan kepada petugas lapangan agar memperhatikan posisi pondasi, jangan sampai mengganggu jalur PDAM. Kemudian posisi kabel, panjang harus sama dan jangan sampai nglendhong seperti di Desa Japeledok, Pancur, “ tutur Daenuri.

Daenuri menambahkan pihaknya sempat menerima laporan aneh di wilayah Sale, ada sekira 6 titik lampu penerangan jalan umum, menyala hanya pada pagi sampai sore, sedangkan malam hingga pagi justru mati. Setelah dicek, ternyata masuk LPJU di jalur Provinsi Jawa Tengah. Diduga terjadi kesalahan setting waktu, sehingga pihaknya langsung mengkoordinasikan dengan Bina Marga Provinsi Jateng untuk mengatasi.

“Itu kunci box timernya yang bawa provinsi, jadi kita langsung hubungi pihak provinsi, “ ungkapnya.

Ia memastikan LPJU yang menjadi wewenang Pemkab Rembang tidak akan seperti itu. Kalau pun muncul gangguan, bisa lekas dilaporkan. Ditanya seputar ruas Jl. Kartini dan Jl. Pemuda masih gelap pada malam hari, Daenuri sudah mendapatkan perintah dari Bupati, untuk melakukan penambahan.

“Yang jadi kendala, Jl. Kartini sisi barat jalan cukup padat. Kalau dipasang, ya mungkin sisi timurnya saja. Kita perbanyak LPJU biasa. Kalau pakai lampu-lampu besar di tiap perempatan seperti kawasan Alun-Alun, butuh dana besar, “ terang Daenuri.

Penambahan LPJU tiap tahun, berimbas pada lonjakan pembayaran rekening listrik. Daenuri memastikan tidak masalah, karena beban yang semakin membengkak mencapai lebih dari Rp 8 Milyar per bulan, sepenuhnya akan ditanggung pemerintah. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *