Berkat Sampah, Kelompok Ibu-Ibu Ini Berulang Kali Bisa Piknik
Warga menyetor sampah di Bank Sampah Unit (BSU) Resik Apik I, depan Kantor Kelurahan Leteh, Rembang.
Warga menyetor sampah di Bank Sampah Unit (BSU) Resik Apik I, depan Kantor Kelurahan Leteh, Rembang.

Rembang – Dari Bank Sampah, warga bisa berulang kali piknik dan menabung. Padahal mereka sebelumnya tak pernah mengira, sampah yang sering dibuang begitu saja, ternyata dapat membantu ekonomi keluarga, sekaligus sarana berwisata.

Yah..begitulah sekilas tentang Bank Sampah Resik Apik I di Kelurahan Leteh, Rembang. Rinda, seorang warga Dusun Kedungdoro, Kelurahan Leteh mengaku belakangan ini semakin rajin mengumpulkan sampah di lingkungan rumahnya.

Mulai dari botol bekas air mineral, botol bekas shampo, plastik deterjen hingga kardus nasi/roti banca’an. Setelah terkumpul, baru disetorkan ke Bank Sampah Unit (BSU). Dari hasil menjual sampah tersebut, ia bersama rekan-rekannya dapat piknik di Jepara, Lamongan, Suramadu dan dalam waktu dekat ini akan berangkat lagi ke Salatiga.

“Dulu sebelum ada Bank Sampah, sampah-sampah dari rumah ya saya buang ke kontainer di deket Stadion Krida. Setelah ada Bank Sampah, rumah jadi bersih. Sedikit-sedikit ada pemasukan. Tiap Rabu kan nabung, lha uangnya kita pakai untuk piknik. Kalau masih kurang, ya ditambah sendiri, “ kata Rinda tertawa.

Koordinator Bank Sampah Kelurahan Leteh, Suharni menjelaskan awal pembentukan Bank Sampah pada tahun 2018 lalu, setelah difasilitasi oleh sebuah bank. Satu titik dulu, ibaratnya sebagai percontohan. Lantaran berhasil, kemudian ditularkan ke kampung-kampung lain. Kala itu seminggu sekali sampah dari Bank Sampah Unit (BSU) disetor ke pengepul. Namun lantaran jumlah sampah masih sedikit, sehingga diperpanjang menjadi sebulan sekali.

Menurut Suharni, tujuan utama pembentukan Bank Sampah lebih untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama dari ancaman pencemaran sampah plastik.

“Jumlah sampah dari waktu ke waktu semakin banyak. Concern kita sampah plastik. Ketika dimasukkan Bank Sampah, setidaknya bisa diolah lagi. Alhamdulilah banyak manfaat yang bisa kita rasakan, “ ujarnya.

Suharni menambahkan di kelurahan Leteh saat ini terdapat 6 titik Bank Sampah Unit. Ia memperkirakan dalam sebulan total dapat menjual sampah yang nilainya rata-rata antara Rp 600 ribu – 1 Juta, tergantung banyak sedikitnya sampah.

“Sebenarnya pengin sampah-sampah ini kita setorkan ke Bank Sampah Induk (BSI). Cuman kebetulan kami sudah punya pengepul langganan. Mau dialihkan kok nggak enak, “ pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *