Bupati Lontarkan Kisah Dimarahi Sopir, Gara-Gara Jalan Sempit
Pelebaran jalan antara Desa Dresi Kulon Kaliori – Sumber masih terus berlangsung, Sabtu (26/10).
Pelebaran jalan antara Desa Dresi Kulon Kaliori – Sumber masih terus berlangsung, Sabtu (26/10).

Rembang – Abdul Hafidz melontarkan cerita dirinya pernah dimaki oleh seorang sopir yang tidak mengetahui kalau ia adalah Bupati, terkait dengan jalan sempit. Kisah tersebut sontak memicu tawa dari kalangan wartawan, yang mewawancarai sang kepala daerah tersebut.

Abdul Hafidz mengungkapkan melintas di salah satu ruas jalan sempit. Mobilnya berpapasan dengan kendaraan lain, kemudian sopir yang berlawanan arah itu mengucapkan kata-kata kurang pantas.

“Selama ini banyak kendaraan sopirnya misuh-misuh, saya sendiri pernah dipisuhi, nggak tahu kalau saya Bupati. Kita lewat dibilangi, kake*ne, ya saya dengarkan saja, “ ujarnya langsung memicu tawa para wartawan.

Ia sendiri sering berada di luar kantor untuk menjaring informasi konkret dari masyarakat, ketimbang duduk di dalam kantor. Atas keluhan jalan sempit itulah, pihaknya berencana melebarkan akses jalan antara Sendangagung, Jeruk Kec. Kaliori sampai dengan pertigaan Ngebrak Kec. Sumber dan jalan raya Sulang – Gunem. Perkiraan tahun 2020 mendatang bisa dimulai.

“Insyaallah kita lebarkan antara 4 – 5 Meter. Kalau ruangnya masih memungkinkan, bisa 6 Meter. Setelah jalan bagus, memang desakan warga, jalan dilebarkan, “ imbuhnya.

Bupati sependapat bahwa akses jalan yang bagus berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, karena mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar. Sebaliknya kalau jalan rusak, maka pengangkutan barang dan hasil bumi akan terganggu.

“Masalah konektivitas tetap kita upayakan. Nah jika aktivitas warga lancar, ekonomi akan tumbuh. Kalau ekonomi tumbuh, inflasi menjadi tertekan, “ pungkasnya.

Tahun 2019 ini, salah satu ruas jalan yang dilebarkan, antara Desa Dresi Kulon Kecamatan Kaliori sampai wilayah Sumber. Upaya itu untuk memperlancar arus kendaraan, apalagi setelah sumur gas di Desa Krikilan Kecamatan Sumber akan dikelola melalui pembangunan kilang gas. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *