Kok Sepeda Motor Yang Sering Dirazia, Begini Penjelasan Polisi
Kasat Lantas Polres Rembang, AKP Roy Irawan bersama Kanit Binmas, Aiptu Hartono talk show di radio R2B, Jum’at (25/10).
Kasat Lantas Polres Rembang, AKP Roy Irawan bersama Kanit Binmas, Aiptu Hartono talk show di radio R2B, Jum’at (25/10).

Rembang – Saat talk show sosialisasi Operasi Zebra Candi di Radio R2B Rembang, Jum’at pagi (25 Oktober 2019), Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Rembang, AKP Roy Irawan sempat menerima pertanyaan dari pendengar radio, kenapa terkesan operasi diperuntukkan bagi pengendara sepeda motor saja.

“Kenapa yang sering dioperasi kok pengendara motor terus, sedangkan yang mobil kok nggak pernah, “ kata seorang penelfon di Sale.

Menanggapi hal itu, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Rembang, AKP Roy Irawan menegaskan penegakan hukum dalam Operasi Zebra Candi tidak hanya untuk pengendara sepeda motor. Tetapi sama rata, bagi pengguna mobil maupun truk. Ia mengakui untuk menghentikan kendaraan-kendaraan besar, juga harus menyesuaikan dengan situasi kondisi jalan.

“Kami sering di lapangan, boleh lihat langsung. Mobil pun, sopirnya nggak pakai sabuk pengaman, akan kita hentikan. Misalnya ada truk tronton yang panjangnya 21 Meter, kalau melanggar ya kita hentikan. Tapi kan harus butuh space yang cukup, untuk berhenti. Intinya operasi lalu lintas nggak hanya khusus kendaraan roda dua, “ kata Roy.

AKP Roy Irawan menambahkan Operasi Zebra Candi sudah berlangsung sejak hari Rabu (23/10) dan akan berakhir pada tanggal 05 November mendatang. Baru tiga hari berjalan, tercatat sudah 560 an pelanggar ditilang. Pelanggar paling banyak didominasi warga usia produktif, antara usia 17 – 35 tahun.

“Ini baru hari ketiga, sudah 560 orang. Artinya, rata-rata 200 pelanggar tiap hari. Coba bayangkan, kemungkinan yang nggak ditindak polisi malah lebih banyak, “ imbuhnya.

Sejauh ini jenis pelanggaran tertinggi, pengendara sepeda motor tidak mengenakan helm. Roy menekankan jangan merasa karena ada giat operasi, kemudian baru mematuhi aturan. Tapi bagaimana kepatuhan itu menjadi kebutuhan keselamatan. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *