Dulu Rusak Parah Sekarang Mulus, Diungkap Kendala Utama Perbaikan Jalan Tengah Hutan
Peresmian jalan antara pertigaan Desa Kajar sampai pos jaga 106, yang ditopang dengan dana CSR PT. Semen Gresik Pabrik Rembang.
Peresmian jalan antara pertigaan Desa Kajar sampai pos jaga 106, yang ditopang dengan dana CSR PT. Semen Gresik Pabrik Rembang.

Gunem – Akses jalan antara pertigaan Desa Kajar Kecamatan Gunem sampai titik pos jaga 106 menuju pabrik semen, yang semula rusak parah, kini kondisinya sudah mulus. Sebagian diaspal hotmix, sebagian lainnya berupa cor beton.

Hal itu setelah PT. Semen Gresik Pabrik Rembang turun tangan melakukan perbaikan jalur sepanjang 2,2 kilo meter tersebut, menggunakan dana corporate social responsibility (CSR) sebesar Rp 2,7 Milyar.

Jum’at sore (25 Oktober 2019), Bupati Rembang, Abdul Hafidz meresmikan ruas jalan itu, bersama pihak PT. Semen Gresik.

Kepala Departemen Komunikasi Dan Hukum PT. Semen Gresik, Gatot Mardiyana mengatakan sudah sejak lama pihaknya merencanakan perbaikan. Namun karena lahan milik Perhutani, sehingga harus izin ke Kementerian Kehutanan. Proses mengurus izin, butuh waktu setahun lebih. Begitu izin turun, penggarapan jalan selesai dalam tempo sekira sebulan.

“Keterlambatan ini bukan sepenuhnya pada kami. Justru kami ingin diperbaiki lebih cepat, tapi kan aspek legalnya harus dipenuhi dulu. Izin ke kementerian jadi kendala. Tapi alhamdulilah bisa terealisasi, “ ujar Gatot.

Sementara itu, Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengakui masalah izin memang sempat membuat deg-degan, karena pihaknya berharap jangan molor terlalu lama. Mengingat akses jalan dari Songkel Mereng – Kajar menjadi penunjang jalur ekonomi, terutama menuju Desa Tegaldowo Kecamatan Gunem dan sekitarnya.

“Pedagang-pedagang di Pasar Tegaldowo, banyak juga dari Kabupaten Blora. Tahun kemarin sempat gagal diperbaiki, tahun ini akhirnya bisa terlaksana, “ ungkap Hafidz.

Bupati membenarkan untuk akses jalan dari Desa Kajar sampai pertigaan yang kini dihotmix, belum tersentuh perbaikan. Menurut Hafidz, masalahnya sama, yakni masih menunggu izin dari Kementerian Kehutanan turun. Ia memerintahkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk terus mengawal.

“Saya mohon masyarakat Desa Kajar bersabar, soalnya kita juga mengajukan izin ke pusat. Status lahan milik Perhutani. Nanti kalau izin keluar, baru kita susun anggaran. Bisa dari pemerintah, bisa dari Semen Gresik, “ imbuhnya.

Sedangkan ruas jalan dari pos jaga 106 ke barat, arah Songkel Mereng, saat ini juga masih rusak. Jalan di sebelah utara pabrik semen itu, menyambung dengan akses jalan hotmix yang baru saja diresmikan. Selain menjadi perlintasan warga, jalur tengah hutan penghubung Kecamatan Gunem dan Bulu ini, banyak dilalui truk-truk pengangkut bahan tambang. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *