Bupati Komentari Pengembang Perumahan Nakal, Pemkab Siapkan Langkah
Bupati Rembang, Abdul Hafidz (berpeci), memberikan arahan kepada jajarannya.
Bupati Rembang, Abdul Hafidz (berpeci), memberikan arahan kepada jajarannya.

Rembang – Pemerintah Kabupaten Rembang berencana memperketat izin pengembang perumahan, karena belakangan ini muncul pengembang nakal yang diduga melarikan uang masyarakat selaku pembeli rumah.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengatakan masalah tersebut akan menjadi bahan evaluasi. Ada beberapa hal yang kedepan perlu diterapkan. Misalnya ketika izin pengembang perumahan masuk, Pemkab perlu meneliti dokumen perencanaan, kemudian dipublikasikan secara terbuka kepada masyarakat.

Alternatif lain, jika dari sisi regulasi aturannya memungkinkan, pengembang perumahan diwajibkan menunjukkan rekening simpanan, dengan jumlah uang tertentu semacam menjadi agunan, guna memastikan pengembang itu benar-benar kredibel.

“Nanti akan diseleksi betul. Kami akan minta dokumen perencanaannya, lalu dipublish ke masyarakat. Pemikiran lain, adanya semacam agunan, mereka (pengembang-Red) punya jaminan uang. Tapi ini baru pemikiran kami, coba nanti dicek dulu regulasinya seperti apa, “ ungkap Bupati saat ditemui di rumah dinasnya, Kamis (17/10).

Bupati menambahkan Pemkab Rembang selama ini normatif, dalam melayani pengajuan izin pengembang perumahan. Apabila lokasi yang ditempati sesuai dengan tata ruang, kemudian izin-izinnya sudah lengkap, tidak ada alasan apa pun bagi Pemkab Rembang, untuk menghalangi. Justru kalau tidak diizinkan, Pemkab yang salah. Menurutnya, apabila pengembang nakal mengemplang uang masyarakat, ia sebagai Bupati sebatas membantu memfasilitasi, mempertemukan antara pengembang dengan pembeli, untuk mencari solusi.

“Inti dari perizinan kan pelayanan. Kalau semua prosedur sudah dilalui, tapi kok Pemkab nggak ngasih izin, kan kita yang salah. Lha kalau di kemudian hari muncul persoalan, kita nggak bisa disalahkan. Cuman saya sebagai Bupati akan memfasilitasi rembugan, bagaimana baiknya, “ imbuh Bupati.

Sebelumnya, Pemkab Rembang menerima laporan dugaan pengembang perumahan nakal. Yang bersangkutan memathok harga rumah cukup murah, untuk menarik masyarakat. Begitu banyak pembeli, pengembang memilih kabur. Jangankan berharap berdiri rumah, status pembayaran tanah pun ternyata belum dilunasi. Maka, masyarakat dihimbau lebih waspada, sebelum memutuskan membeli rumah di kompleks perumahan. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *