Mendaftar Bakal Calon Bupati, Dasi Dikasih Orang & Pulang Naik Ojek
Suparno naik ojek online, usai mendaftar sebagai bakal calon Bupati. (Foto atas) Suparno menunjukkan poster, menantikan rekomendasi dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri.
Suparno naik ojek online, usai mendaftar sebagai bakal calon Bupati. (Foto atas) Suparno menunjukkan poster, menantikan rekomendasi dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri.

Rembang – Ada – ada saja yang dilakukan oleh bakal calon Bupati ini, ketika mendaftarkan diri. Ia berangkat menggunakan dasi hasil dari pemberian orang lain dan pulangnya naik menggunakan motor ojek online.

Momen langka itu terjadi ketika Suparno (48 tahun), warga Tawangsari, Kelurahan Leteh, Rembang, saat mendaftarkan diri menjadi bakal calon Bupati di kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Rembang, jalan raya Rembang – Blora, Kamis (17 Oktober 2019).

Suparno mengaku sebelum berangkat sempat bercerita dengan rekannya, ingin mendaftarkan diri menjadi bakal calon Bupati melalui PDI Perjuangan. Ia bermaksud meminjam dasi, namun dasi tersebut akhirnya diberikan secara cuma-cuma.

“Saya bajunya kan putih, makanya cari dasi yang warnanya lebih jreng, cerah. Semula mau pinjem, orangnya bilang ya wis ini untuk kamu saja. Ya kenang-kenangan manis ketika saya daftar jadi bakal calon Bupati, “ kata Suparno.

Suparno datang ke kantor DPC PDI Perjuangan bersama bakal calon Wakil Bupati, Darmawan Budiharto. Keduanya berangkat dari Alun-Alun Rembang, dengan dikawal oleh puluhan tukang becak. Pria yang sering disapa Gusno ini memilih PDI Perjuangan, lantaran partai berlambang banteng moncong putih tersebut membuka pendaftaran bakal calon Bupati & Wakil Bupati secara terbuka. Meski ia dan Darmawan sempat berencana maju melalui jalur perseorangan atau independen, baginya tidak masalah, apabila kedua mekanisme pencalonan itu sama-sama dijajaki.

“Baru kali ini ada partai yang buka pendaftaran, kemungkinan saya juga akan mendaftar di partai politik lain. Ada salah satu partai politik tertutup, ya nggak bisa masuk kesana. Jadi yang independen tetap bergerak, di partai politik juga kita jajaki, “ tandasnya.

Usai mengambil formulir pendaftaran, Suparno tak lagi diarak oleh tukang becak, ketika akan pulang. Ia yang mempunyai usaha angkringan di Alun-Alun ini memilih naik motor ojek online. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *