Incar Kursi Bupati, Fanty Mendobrak Dominasi Laki-Laki
Fanty Kurnia Margaretha, saat mendaftar sebagai bakal calon Bupati di kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Rembang, Kamis (17/10).
Fanty Kurnia Margaretha, saat mendaftar sebagai bakal calon Bupati di kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Rembang, Kamis (17/10).

Rembang – Di kancah perpolitikan Kabupaten Rembang, figur wanita termasuk sangat jarang. Apalagi yang terang-terangan di depan publik mengincar posisi kursi Rembang 1, selama ini nyaris belum pernah ada. Dominasi sosok laki-laki, masih begitu kental.

Namun fenomena tersebut didobrak oleh Fanty Kurnia Margaretha, seorang wanita yang tinggal di Kelurahan Leteh, tepatnya sebelah timur Eks Stasiun Rembang. Fanty, Kamis siang (17 Oktober 2019) mendaftarkan diri sebagai bakal calon Bupati di kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Rembang.

Fanty menganggap kepala daerah memiliki power. Ia ingin dari kekuatan tersebut, bisa membantu semakin banyak masyarakat kecil, meningkatkan taraf hidup mereka. Dipilihnya PDI Perjuangan, karena dikenal sebagai partainya wong cilik.

“Kabupaten Rembang jangan diremehkan. Rembang kedepan harus lebih maju dari sekarang, “ kata Fanty.

Mungkin belum banyak masyarakat yang tahu biografi Fanty Kurnia Margaretha. Ia merupakan jebolan SD N 4 Kutoharjo, SMP N II Rembang, dan alumni SMA N I Rembang. Setelah itu meraih gelar sarjana di STIMIK AKI Semarang dan mengambil pasca sarjana di ITS Surabaya. Usianya sekarang genap 43 tahun.

Fanty membenarkan niat maju menjadi bakal calon Bupati, sempat tidak disetujui ibunya. Namun setelah ia meyakinkan bahwa dirinya mampu, sang mama akhirnya merestui. Bagaimanapun restu dari ibunda, sangat berharga.

“Saat mendaftar di kantor DPC PDI P, kebetulan mama saya juga ikut mengantarkan ke sini, “ ungkapnya.

Sudah cukup lama, Fanty berkecimpung di sektor pemberdayaan masyarakat, melalui usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Rembang. Ia ingin produk UMKM dari kampung halamannya, dapat menembus pasar internasional.

“Saya sudah sering masuk ke desa-desa. Kalau ada produk UMKM yang menarik saya bawa, kemudian saya sampaikan kepada perwakilan dagang dari luar negeri, dalam ajang forum meeting business. Misalnya dari Belanda dan Jepang. Biar UMKM naik kelas. Kebetulan saya juga berkecimpung di bisnis perlengkapan olahraga golf, jadi kenal cukup banyak warga dari luar negeri, “ terang Fanty.

Lalu bagaimana dukungan dari sang suami, Gatot Setia Budi ? Menurut ibu tiga anak ini, suaminya kebetulan bekerja di Pertamina Hulu Energi dan sekarang masih berada di Dubai. Melalui sambungan telefon, sang suami menyatakan sangat mendukung untuk maju menjadi bakal calon Bupati. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *