Mengikis Jarak & Waktu, Yukk Kita Intip Kekompakan Guyon Maton Espero ’81
Droping air bersih dan kekompakan alumni Espero ’81.
Droping air bersih dan kekompakan alumni Espero ’81.

Rembang – Meski sudah 38 tahun lulus SMP dan domisilinya terpencar ke berbagai daerah, namun antar alumni masih tetap saling berkomunikasi menjalin silaturahmi dan menggelar kegiatan bersama. Momen-momen langka semacam itu, justru mampu melambungkan kenangan pada tempo dulu, saat masih SMP.

Nah..begitulah sekilas tentang Group Guyon Maton es em pe (SMP) loro (II) Espero Rembang angkatan tahun 1981. Seorang alumni Espero ’81, Eni Sri Ratnawati mengatakan jumlah lulusan kala itu sekira 98 orang. Mereka sekarang ada yang tinggal di Kabupaten Rembang, maupun luar daerah. Misalnya, Purwokerto, Jakarta, bahkan ada pula yang berdomisili di Kalimantan.

Sejak ada group Whatsap, lama-kelamaan terjalin komunikasi. Meski jarang bertemu langsung, namun dengan membentuk group Guyon Maton, setidaknya bisa mengikis keterbatasan jarak dan waktu.

“Alhamdulilah temen-temen kompak semua. Kita saling komunikasi lewat group Guyon Maton. Ya seperti saat kita masih SMP dulu, guyon-guyon gitu, “ ujarnya.

Eni menambahkan hari Minggu (13 Oktober 2019), Group Guyon Maton Espero Rembang ’81 mengadakan bhakti sosial droping air bersih ke Desa Kuangsan dan Desa Banggi Petak Kecamatan Kaliori. Total 6 tangki air yang didistribusikan, hasil iuran suka rela para alumni. Cara ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat, karena dampak kesulitan air bersih semakin parah, akibat kemarau panjang.

“Desa Kuangsan dialokasikan 2 tangki, sedangkan Banggi Petak dapat 4 tangki. Sebelumnya, kita juga sudah bantu air di beberapa desa lain. Sambutan warga luar biasa, karena kekeringan di sini lumayan parah, “ imbuhnya.

Lulusan Espero ’81 lainnya, Sujati menjelaskan tidak hanya droping air bersih, ia bersama rekan-rekannya juga pernah menyalurkan santunan anak yatim di Kecamatan Sedan. Pria asli Tawangsari, Kelurahan Leteh yang tinggal di Jakenan, Kabupaten Pati ini menganggap meski sebagian lulusan sudah lama meninggalkan kampung halaman, tapi mereka tidak pernah melupakan Kabupaten Rembang.

“Kita nggak sekedar reunian, tapi juga melakukan kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat. Saat droping air, ya yang tinggal sekitar sini. Untuk skala besar, seperti reuni tahun 2016 lalu. Kalau pas kumpul, rasanya seperti anak SMP lagi. Walaupun usia sudah 50 tahun ke atas, “ kata Sujati terkekeh.

Sujati menambahkan untuk bisa awet berteman, yang penting satu sama lain saling menghormati. Begitu pula ketika chat WA di group, kebanyakan isinya tentang materi-materi yang bernada menghibur. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *