1 Korban Meninggal Dunia, Pihak Damkar Serukan Peringatan
Korban meninggal dunia di Desa Sumberagung, Kecamatan pancur, akibat terjebak oleh aktivitas pembakaran lahan.
Korban meninggal dunia di Desa Sumberagung, Kecamatan pancur, akibat terjebak oleh aktivitas pembakaran lahan.

Pancur – Seorang warga Desa Sumberagung, Kecamatan Pancur meninggal dunia, karena diduga terkepung pekatnya asap akibat proses pembakaran lahan jati miliknya sendiri.

Korban teridentifikasi bernama Asrup (76 tahun), sehari-hari tinggal di kawasan RT 01 RW 01 Desa Sumberagung.

Menurut hasil olah TKP kepolisian, semula korban membersihkan lahan tegalan miliknya, dengan cara membakar daun-daun kering, pada Rabu (25/09) sekira pukul 09.00 Wib. Ia dibantu oleh warga lain, Suli (55 tahun). Begitu daun dibakar, angin bertiup cukup kencang, sehingga api cepat menjalar. Karena sudah kewalahan memadamkan, Suli pergi meminta bantuan masyarakat. Si jago merah akhirnya berhasil dipadamkan. Namun setelah itu, korban diketahui dalam kondisi tergeletak tidak bernyawa.

“Ya kita kaget sekali pak, karena tidak mengira pak Asrup ini terjebak asap yang sangat tebal, “ kata Suli kepada anggota Polsek Pancur.

Kapolsek Pancur, AKP Sri Irianti membeberkan peristiwa tersebut berlangsung sangat cepat.

“Jadi daun jati kering itu dikumpulkan, kemudian ditumpuk dan dibakar. Tahu sendiri kan cuaca panas dan angin kencang, membuat kobaran api sulit terkendali. Tahu-tahu diketahui korban sudah tergeletak di TKP, “ ujarnya.

Sri menambahkan polisi bersama tim medis melakukan pemeriksaan pada jasad korban. Ditemukan beberapa luka bakar, namun yang pasti tidak ada tanda-tanda kekerasan. Tim medis menyimpulkan penyebab meninggalnya korban, lantaran sesak nafas, akibat terlalu lama menghirup asap.

“Semula kita cek di lokasi kejadian, setelah itu dilanjutkan di rumah almarhum. Yang bersangkutan ini tidak sempat menyelamatkan diri. Karena sudah berusia lanjut, diduga kuat sesak nafas, kemudian terjatuh dan tidak tertolong, “ imbuh Kapolsek.

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat Dan Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Rembang, Wiyoto menyampaikan aktivitas pembakaran lahan sering dilakukan warga ketika musim kemarau. Namun ia mengingatkan supaya benar-benar diperhitungkan, karena jika lengah sedikit saja, akibatnya akan fatal.

“Sebisa mungkin hindari pembakaran lahan, dengan alasan apapun. Kami hampir setiap hari menerima laporan kejadian kebakaran lahan. Begitu api mendekati permukiman rumah, warga baru panik kebingungan, “ pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *