Kondisi Semakin Parah, Tagana Bergerak
Tagana Kabupaten Rembang menyalurkan bantuan air bersih, Minggu (08/09).
Tagana Kabupaten Rembang menyalurkan bantuan air bersih, Minggu (08/09).

Rembang – Bencana kekeringan yang semakin parah di Kabupaten Rembang, membuat Taruna Siaga Bencana (Tagana) tergerak untuk turun tangan, langsung menyasar ke pelosok pedesaan.

Minggu pagi (08 September 2019), Tagana Kabupaten Rembang menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 23 tangki ke desa-desa yang dilanda kekeringan. Bantuan tersebut disebar ke 8 desa di 7 kecamatan.

Sekretaris Tagana Kabupaten Rembang, Moch. Lilik Wijanarko mengatakan desa-desa yang mendapatkan bantuan air meliputi Dusun Rumbutmalang Desa Dresi Kulon Kecamatan Kaliori, Desa Gegunung Wetan Rembang, Desa Pranti Kecamatan Sulang, Desa Kedung Kecamatan Pancur, Desa Selopuro Kecamatan Lasem, kemudian Dusun Ropoh Desa Ketangi dan Desa Sendangagung Kecamatan Pamotan.

“Kita juga ingin mengenalkan keberadaan Tagana yang dibentuk oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Dan Keluarga Berencana. Tagana ini memberdayakan anak-anak muda dalam penanggulangan bencana yang berbasis masyarakat, “ ujar Lilik, pemuda warga Desa Purworejo, Kecamatan Kaliori ini.

Personel Tagana di Kecamatan Sumber, Gunanto mengungkapkan langkah ini untuk meringankan beban masyarakat yang menghadapi bencana kekeringan. Apalagi kondisi desa-desa langganan kekeringan, warganya semakin kesulitan air, karena kebetulan saat awal musim kemarau, persediaan air banyak digunakan untuk keperluan pertanian, terutama menyirami tanaman tembakau.

“Ini bentuk kepedulian kami, karena kondisi kekeringan bulan September ini kian dirasakan masyarakat, “ kata Gunanto.

Sementara itu, Mundhir, seorang warga Dusun Rumbutmalang Desa Dresi Kulon Kec. Kaliori mengungkapkan kebutuhan air terbesar adalah untuk mandi dan mencuci. Warga sehari-hari biasa menggunakan sumber air di sekitar kampung, meski rasanya asin dan harus antre lama. Begitu menerima bantuan semacam ini, air lebih banyak dipakai untuk keperluan memasak.

“Sudah lama nggak ada hujan, jadi waktunya tepat. Yang paling kurang, air untuk masak. Jadi makasih sebanyak-banyaknya, dapat bantuan dari Tagana, “ bebernya.

Mundhir berharap Pemerintah Kabupaten Rembang memperbanyak bantuan air, supaya lebih merata. Di samping itu, membuat program jangka panjang yang mampu menekan dampak kekeringan. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *