Momen Langka, Ketika Bupati Menari Bersama Warga Papua
Bupati dan Wakil Bupati Rembang foto bareng, serta ikut menari bersama pelajar Papua, Selasa (03/09).
Bupati dan Wakil Bupati Rembang foto bareng, serta ikut menari bersama pelajar Papua, Selasa (03/09).

Rembang – Sebanyak 31 orang pelajar  asli Papua mendatangi Kantor Bupati Rembang, Selasa (03 September 2019). Kedatangan mereka menemui pimpinan daerah untuk mengikrarkan bahwa warga Papua menjunjung tinggi perdamaian.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengaku bersyukur bisa berkumpul dengan anak-anak asli Papua dari SMK N Kehutanan Manokwari yang kebetulan melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di KPH Mantingan. Hafidz juga sangat menyayangkan kerusuhan yang melanda beberapa daerah di Papua, sehingga menimbulkan kerusakan gedung maupun fasilitas publik, baru-baru ini.

Kerusuhan terjadi ditengarai sebagai buntut dari tindakan persekusi dan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya. Hafidz berharap warga Kabupaten Rembang ketika berkumpul dengan anak-anak Papua yang sedang melaksanakan tugas pendidikan di Rembang, dapat saling menghargai satu sama lain.

“Mereka hari ini berikrar, sangat cinta Indonesia, mereka merupakan warga Indonesia, dan selalu akan membela Indonesia. Katanya mereka NKRI harga mati, inilah menunjukan bahwa anak-anak muda Papua sangat berkeinginan untuk tetap Papua sebagai tanah air Indonesia,” tutur Bupati Hafidz saat ditemui seusai foto bersama pemuda Papua.

Jumlah warga Papua yang ada di Kabupaten Rembang total keseluruhannya sebanyak 45 orang. Dengan rincian 13 orang yang sedang menuntut ilmu di pesantren, 31 anak-anak dari SMK N Kehutanan Manokwari yang sedang melaksanakan PKL di Rembang, dan ditambah 1 warga Papua yang menikah dengan warga Kecamatan Lasem.

Salah satu siswa SMK N Kehutanan Manokwari, Euis Ayomi mengaku sambutan yang diberikan warga Rembang sangat baik. Bahkan banyak hal yang ia pelajari saat menginjakan kaki di Rembang, salah satunya tentang menghargai keberagaman.

“Disini kita program PKL di Rembang sejak 9 hari yang lalu dan akan berakhir pada 29 Oktober mendatang. Disini warga sangat baik, dan mengajarkan kami banyak hal, untuk saling menghargai antar suku, “ kata pelajar asli Kota Serui ini.

Setelah acara sesi foto bersama selesai, Bupati Rembang Abdul Hafidz berserta jajaran menari bersama anak-anak muda Papua dengan iringan musik. Tarian yang dibawakan yaitu tarian yospan, salah satu jenis tarian Kontemporer asal Papua yang menggambarkan pergaulan atau persahabatan kaum muda-mudi. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *