Soal Perut Buncit, Dokter Cantik Ini Buka-Bukaan Penyebab Dan Solusinya
dr. Agnesia Nuarima Kartika Sari.
dr. Agnesia Nuarima Kartika Sari.

Rembang – Masalah perut buncit sering menjadi keluhan, terutama bagi kaum pria. Sebenarnya apa yang menjadi pemicu dan bagaimana cara mengatasi ?

Saat talk show kesehatan di Radio R2B, Kamis pagi (22 Agustus 2019), dokter umum dari Rumah Sakit Bhina Bhakti Husada Rembang, Agnesia Nuarima Kartika Sari menanggapi pertanyaan dari seorang pendengar, seputar perut buncit.

Kebiasaan makan nasi, setelah itu langsung tidur, ternyata faktor pemicu buncit pada perut atau dalam bahasa kedokteran disebut obesitas sentral. Ia mencontohkan usai makan siang langsung tidur, atau yang lebih parah sehabis makan malam, tanpa aktivitas apa pun, langsung digunakan untuk tidur. Kebiasaan semacam itu wajib dihindari, kalau tidak ingin perut anda buncit.

Ketika sudah mulai buncit, ia menyarankan segera mengurangi makanan berkalori tinggi, seperti nasi dan ketela. Pola dietnya dapat digantikan dengan memperbanyak sayur dan buah-buahan. Selain itu, mesti diimbangi olahraga, supaya dapat mengembalikan berat badan yang ideal.

“Porsi makanan berkalori harus dikurangi, seperti nasi itu kan kalori tinggi. Lha sebagai penggantinya diperbanyak konsumsi buah sama sayur. Kemudian jangan lupa berolahraga, karena bisa membakar kalori dalam tubuh, “ terangnya.

dr. Agnesia Nuarima menambahkan dalam mengkonsumsi makanan sehat, terdapat rumus 4 J, yakni jumlah, jadwal, jenis dan jurus. Jumlah berarti menyesuaikan keseimbangan asupan makanan dengan aktivitas, jadwal tersusun jadwal pola makan yang teratur 3 kali sehari, jenis artinya memperhatikan kandungan makanan bergizi dan jurus maksudnya cara mengolah makanan.

“Khusus jurus atau mengolah makanan ini, apakah digoreng, dibakar, dikukus atau direbus. Nah, kalau kita terlalu sering makan gorengan, merupakan faktor pemicu kolesterol. Begitu juga makanan yang dibakar, kalau sering-sering rentan juga memicu kanker, nggak baik untuk kesehatan. Tapi kalau sesekali ya boleh lah, “ imbuhnya.

Menurut Agnesia, saat ini kecenderungan orang makan kurang dikontrol. Sebelum terlambat dan berpotensi mengakibatkan penyakit, ia mengingatkan untuk menerapkan rumus 4 J tersebut. (Wahyu Adhi/ Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *