Jelang HUT Kemerdekaan RI : 3 Orang Didaulat Jadi Pengibar Bendera, Siapa Saja Mereka ?
Instruktur mengawasi aktivitas Paskibra di Alun-Alun Rembang.
Instruktur mengawasi aktivitas Paskibra di Alun-Alun Rembang.

Rembang – Pasukan pengibar bendera (Paskibra) untuk memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 tingkat Kabupaten Rembang digembleng sejak tanggal 29 Juli 2019 lalu hingga hari Senin (12/08) di kawasan Alun-Alun Rembang. Mereka harus disiplin, jika tidak ingin menerima sanksi.

Peltu Ali Murtadhlo, seorang istruktur Paskibra dari Kodim Rembang mengatakan latihan saat ini masih fokus pada materi pengibaran bendera. Ada 75 orang pelajar dari berbagai sekolah yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Mulai pukul 07.00 pagi sampai dengan 11.00 siang, mereka ditempa di bawah terik sinar matahari. Pelatihan nantinya baru berakhir tanggal 15 Agustus 2019.

Menurutnya, kesalahan yang paling sering adalah datang terlambat. Begitu melanggar, maka Paskibra akan langsung mendapatkan sanksi lari memutar Alun-Alun sebanyak 2 kali.

“Setelah latihan sekian lama, kesalahan paling sering ya terlambat. Padahal menjadi Pasukan Pengibar Bendera, kuncinya harus disiplin. Pada awalnya mereka belum menyatu satu sama lain, tapi sekarang ini sudah 80 % lah, “ kata Ali.

Peltu Ali Murtadhlo menambahkan pihaknya sudah menetapkan 3 orang pelajar yang bertugas mengibarkan bendera, salah satu bagian terpenting dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI. Semua laki-laki, yakni posisi tengah ditempati Fathan Rachel Yosanda dari SMA N II Rembang, kemudian diapit dua orang Alsyad Dedin Ryan dari SMA N II Rembang dan Akhmad Rizal Maulana siswa SMA N III Rembang.

Komposisi ini mengadopsi Paskibra di Istana Negara. Tapi sejak awal instruktur melakukan seleksi agar tiga orang pengibar bendera diisi seorang perempuan. Hanya saja sampai penjaringan selesai, belum menemukan personel perempuan yang tepat, sehingga tiga-tiganya pelajar laki-laki.

“Minimal tinggi perempuan 165 centi meter. Kami sebenarnya punya yang pas, tapi malah dipakai peringatan HUT Kemerdekaan RI tingkat provinsi Jawa Tengah. Lha yang sekarang ada wanita 2 orang, setelah dicoba, ternyata belum bisa klop. Tapi yang bawa baki bendera nantinya tetap perempuan, sedangkan yang mengibarkan semua laki-laki, “ terang anggota TNI warga Perumahan Permata Hijau Ngotet, Rembang ini.

Sementara itu Fathan Rachel Yosanda mengaku siap menerima kepercayaan tersebut. Menjelang HUT Kemerdekaan RI, ia berusaha keras berlatih dan memperbanyak do’a, agar pada hari pelaksanaan nanti, dapat berjalan lancar.

“Semoga sesuai dengan rencana, nggak ada kendala. Sisa waktu latihan yang ada, saya manfaatkan sebaik mungkin, “ pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *