Didesak Tentang Nasib PSIR, Bupati Ibarat Menunggu Bola
Pemain muda PSIR Rembang dalam satu laga, belum lama ini.
Pemain muda PSIR Rembang dalam satu laga, belum lama ini.

Rembang – Bupati Rembang, Abdul Hafidz bicara seputar nasib PSIR, saat dikonfirmasi wartawan, Rabu pagi (07 Agustus 2019). Bupati ingin lebih dulu meminta pertanggungjawaban dari PT yang mengelola PSIR, sebelum Pemerintah Kabupaten menentukan sikap.

Abdul Hafidz yang juga Ketua Umum PSIR mengaku sampai saat ini belum menerima laporan dari pengelola PSIR. Kalau memang masih sanggup, ia mempersilahkan diteruskan saja. Tapi jika tidak sanggup, harus lekas disampaikan, supaya pihaknya dapat melakukan langkah-langkah fasilitasi untuk PSIR. Kuncinya, orang nomor satu di Kabupaten Rembang tersebut menunggu kepastian.

“PSIR kan dikelola sama PT, di dalam PT yang ada direktur sama pengawas. Jadi kalau ada orang mengatakan, Bupati harus tanggung jawab, ya nggak bisa. PT yang tanggung jawab sama manajemen. Di PSSI itu nggak ada namanya Bupati ikut mengelola tim, sampai sekarang saya belum terima laporan, “ bebernya.

Meski demikian Bupati menyampaikan dirinya mempunyai tanggung jawab moral, sekaligus memastikan PSIR tetap bisa ikut kompetisi Liga 3. Ia menganggap Laskar Dampo Awang PSIR merupakan aset daerah, yang harus dipertahankan. Apalagi pernah berjaya di tingkat nasional. Kalau saat ini terpuruk di Liga 3, mestinya menjadi pendorong motivasi agar bisa bangkit.

Soal anggaran daerah untuk mendanai PSIR, Hafidz balik bertanya kalau tidak ada pengajuan, pihaknya tak mungkin mencairkan dana hibah.

“Akan kami fasilitasi, setelah ada kepastian dari pengelola. Untuk hibah kan perlu ada pengajuan. Kalau nggak ada, bagaimana kami menganggarkan, “ imbuh Hafidz.

Liga 3 kali ini terbagi dalam sejumlah tahap. Putaran provinsi dan pra putaran nasional digelar antara bulan Juli sampai dengan Oktober. Setelah itu, putaran regional dihelat bulan November, sedangkan putaran nasional mulai bulan Desember mendatang.

Pada pra putaran nasional, akan diikuti 16 klub, terdiri dari 6 klub yang terdegradasi dari Liga 2 dan 10 klub Liga 3 putaran nasional tahun 2018 kemarin. Kelak 6 klub terbaik, berhak promosi ke Liga 2. PSSI mewajibkan selama kompetisi Liga 3, tim hanya boleh mendaftarkan pemain berusia di bawah 22 tahun. Untuk pemain senior dibatasi 5 orang yang didaftarkan, namun dari 5 orang itu hanya 3 pemain yang boleh masuk daftar susunan pemain. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *