Hari Biasa Dijual Dengan Timbangan Bobot, Beda Saat Menjelang idul Adha
Sapi potong di Dusun Ngumpleng Desa Gunungsari, Kecamatan Kaliori.
Sapi potong di Dusun Ngumpleng Desa Gunungsari, Kecamatan Kaliori.

Kaliori – Menjelang Hari Raya Idul Adha, sejumlah pemilik sapi potong di Kabupaten Rembang masih mencermati dinamika harga, sebelum melepas ternak mereka. Pasalnya, cara penjualan ternak sapi ketika mendekati idul qurban, berbeda dibandingkan hari-hari biasa.

Suntoyo, seorang peternak sapi potong di Dusun Ngumpleng Desa Gunungsari, Kecamatan Kaliori mengatakan saat ini masih mempunyai dua ekor sapi. Yang satu ia banderol harga Rp 23 Juta, sedangkan satu ekor lainnya Rp 24,5 Juta.

Menurutnya, sejumlah calon pembeli sempat datang melihat ke kandangnya. Tapi rata-rata mencari ternak sapi ukuran tidak terlalu besar, dengan harga di bawah Rp 20 Jutaan, sehingga belum ada yang cocok.

“Sapi saya jenis pegon, nggak 100 persen keturunan limousin, yang satu kulit hitam dan satu merah. Sudah ada yang ke sini, cuman belum cocok mas, “ ungkapnya.

Suntoyo menambahkan harga ternak sapi cenderung naik, dibandingkan bulan lalu. Yang membedakan adalah sistem penjualan. Biasanya sapi potong dijual dalam bentuk timbangan bobot badan, tetapi ketika menjelang Idul Adha tanpa ditimbang dulu atau biasa disebut “jogrokan”. Peternak akan menghitung nominal harga. Setelah dikurangi biaya pakan dan tenaga merawat, ada kelebihan berapa.

“Kalau dihitung-hitung kok lebihnya layak, ya ternak kita lepas. Kalau belum nutupi biaya pakan sama tenaga ngerawat, ditunda dulu jualnya, “ imbuh Suntoyo.

Menurut rencana, perayaan Idul Adha akan berlangsung pada hari Minggu, 11 Agustus mendatang. Kebanyakan warga jauh-jauh hari sudah membeli hewan qurban. Sambil menunggu waktu penyembelihan, terkadang ternak sapi dititipkan dulu. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *