Solusi Musim kemarau : Usai Fermentasi Gedebog Pisang, Respon Ternak Mengejutkan
Warga Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu mengikuti pelatihan membuat pakan ternak dari gedebog (batang) pohon pisang.
Warga Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu mengikuti pelatihan membuat pakan ternak dari gedebog (batang) pohon pisang.

Bulu – Kalau anda mempunyai ternak sapi atau kambing, tak ada salahnya mencoba cara sederhana ini. Tapi manfaatnya luar biasa, ternak anda akan cepat gemuk. Yakni dengan cara memanfaatkan gedebog atau batang pohon pisang, untuk bahan baku pakan ternak. Nah, seperti apa cara pembuatannya ?

Para peternak di Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang sempat menerima pelatihan dari mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, dalam rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang digelar oleh mahasiswa program studi ketahanan nasional Sekolah Pasca Sarjana UGM.

Sebagai pemateri didatangkan Arbiin Pratiwi, seorang mahasiswi Pasca Sarjana dari Fakultas Peternakan UGM. Ia menjabarkan strategi mudah mengoptimalkan gedebog atau batang pohon pisang, menjadi pakan ternak yang layak diandalkan, supaya ternak semakin gemuk.

Pada praktek kali ini, disediakan 25 kilo gram gedebog pisang atau 2-3 potongan batang, katul atau dedak 2,5 kilo gram, ampas tahu 10 kilo gram, tetes tebu 1 liter, garam 100 gram, air bersih 2 liter dan suplemen organik cair (SOC) yang bisa dibeli dari toko pertanian, cukup 1-1,5 tutup botol.

Terlebih dahulu gedebog pisang dicacah halus, ditebar ke selembar kain terpal. Kemudian masukkan 1,5 tutup botol cairan prebiotik suplemen organik cair maupun tetes tebu 1 liter, ke dalam air 2 liter dan diaduk-aduk.

Cairan tersebut ditebar ke hasil cacahan batang pohon pisang sampai merata. Jangan lupa, cacahan batang pisang yang terkumpul menggunung, disebar lagi di atas terpal. Tahap berikutnya, ditebari dedak atau katul dan ampas tahu. Diaduk-aduk lagi menggunakan tangan. Barulah diberi garam 100 gram dan diaduk kembali, hingga merata.

Nah..proses pembuatan sudah selesai. Sekarang semua bahan yang tercampur, dimasukkan ke dalam kantung plastik. Jangan sisakan sedikitpun udara di dalam kantung plastik. Harus benar-benar rapat dan ditali kuat, karena pada bagian inilah keberhasilan tidaknya sebuah fermentasi. Setelah itu, tunggu sampai 3 jam, pakan dari gedebok  batang pohon pisang, bisa diberikan kepada ternak sapi maupun kambing.

Arbiin Pratiwi, instruktur pembuatan pakan ternak mengatakan gedebog pisang mengandung serat cukup tinggi. Tapi baru bisa mengandung nutrisi yang banyak, kalau diolah dan difermentasi. Berdasarkan hasil penelitian, ternak yang mendapatkan asupan nutrisi dari gedebog pisang, dapat naik bobotnya rata-rata 0,9 ons per hari. Jika dibandingkan dengan pakan biasa, semisal jerami, tentu perkembangannya jauh berbeda.

“Jadi sistemnya kandungan dari bahan-bahan yang dicampur tadi akan bekerja sama dengan bakteri baik prebiotik. Mikroorganisme yang muncul, akan menghasilkan nutrisi untuk penggemukan ternak. Semakin banyak diberikan, insyaallah ternak akan semakin gemuk pula, “ ujarnya.

Seorang peternak di Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu, Abdul Hanan menganggap pelatihan semacam ini sangat bermanfaat, untuk menambah wawasan masyarakat. Apalagi bahan gedebog pisang termasuk mudah didapatkan.

“Warga memang belum terbiasa, tapi jika hasil penggemukan bagus, pasti akan banyak yang menerapkan. Kalau gedebog pisang ya banyak di sini. Biasanya buah pisang habis dipanen, batang pisangnya terbuang begitu saja, “ ungkap Hanan.

Hanan mengaku pelajaran yang paling diingat dari pelatihan tersebut, yakni pasca fermentasi, sebelum pakan diberikan ke ternak. Manakala baunya wangi, pertanda fermentasi berhasil dan layak. Sebaliknya, jika bau tidak sedap, jangan diberikan ke ternak, karena bisa jadi ada tahapan yang tidak sesuai.

Oleh salah satu warga Desa Kadiwono, Suyadi, pakan ternak gedebog pisang difermentasi sampai 5 jam, baru diberikan ke ternak kambingnya. Pagi membuat pakan, sore dibuka. Wow, ternyata kambing sangat suka dan melahap habis, dalam waktu singkat.

“Cepet sekali makannnya, seneng juga lihatnya. Meski butuh waktu agak lama untuk membuat pakan dari gedebog, tapi secara umum saya tertarik. Soalnya kalau kemarau panjang, susah cari rumput maupun tanaman hijau, “ kata Suyadi.

Selain gedebog pisang, pengembangan fermentasi pakan ternak, juga bisa diterapkan untuk jerami dan rumput gajah. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *