Prof. Armeidy Kaget Saat Masuk Desa Kadiwono, Ternyata Ini Alasannya
Mahasiswa Program Studi Ketahanan Nasional Sekolah Pasca Sarjana Universitas Gajah Mada (UGM) menggelar pengabdian masyarakat di Desa Kadiwono, Kec. Bulu, Senin (15/07).
Mahasiswa Program Studi Ketahanan Nasional Sekolah Pasca Sarjana Universitas Gajah Mada (UGM) menggelar pengabdian masyarakat di Desa Kadiwono, Kec. Bulu, Senin (15/07).

Bulu – Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu dipilih oleh mahasiswa Program Studi Ketahanan Nasional Sekolah Pasca Sarjana Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, untuk melangsungkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Armeidy Armawi, Kepala Program Studi Ketahanan Nasional Sekolah Pasca Sarjana UGM mengaku Desa Kadiwono direkomendasikan oleh Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) UGM. Ia pribadi kaget, ketika kali pertama menginjakkan kaki ke Desa Kadiwono, karena relatif sudah cukup maju. Padahal biasanya program pengabdian menyasar desa-desa yang kondisinya masih tertinggal.

Maka ia menyarankan kepada 15 mahasiswa pasca sarjana yang ikut ke Desa Kadiwono, untuk memberikan sentuhan lain. Fokusnya, bagaimana kedepan masyarakat lebih cerdas dan mampu mengelola potensi yang ada.

“Kampung ini luar biasa, ternyata bagus. Kebetulan dari 15 orang mahasiswa, umumnya orang-orang sudah bekerja. Ada dari Papua dan Kalimantan, sehingga mereka bisa membandingkan desa di Jawa dengan di luar Jawa. Bisa saja kan orang dari luar Jawa datang ke sini, pengin liat apa hebatnya desa ini, “ kata Profesor Armeidy.

Yang menarik, dari belasan mahasiswa pasca sarjana tersebut, 7 personel diantaranya merupakan anggota TNI aktif. Mereka kebetulan mendapatkan program beasiswa dari Kementerian Pertahanan.

Kepala Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu, Ahmad Ridwan berharap kehadiran mahasiswa pasca sarjana UGM ini dapat memberikan pendampingan warga di bidang agribisnis peternakan dan pariwisata. Tujuannya, untuk mempercepat pembangunan di tingkat desa.

“Kami punya destinasi wisata di dekat gapura masuk desa, berupa kawasan outbond, pengin dikembangkan lewat BUMDes. Harapannya ada pendampingan. Begitu juga sektor peternakan, perlu intervensi agar nantinya bisa memicu perkembangan, syukur-syukur memacu pendapatan asli desa (PAD), “ ujar Ridwan.

Sementara itu, Camat Bulu, Slamet Riyadi mengungkapkan kedatangan mahasiswa Pasca Sarjana UGM sangat relevan dengan situasi sekarang, mengingat desa harus saling berlomba memunculkan inovasi.

“Tentu bisa membantu kami, apalagi pemerintah pusat menggalakkan agar desa berinovasi. Kedatangan temen-temen UGM dapat memberikan tambahan wawasan kepada masyarakat, “ kata Camat.

Pada Senin pagi (15 Juli 2019), bertempat di Balai Desa Kadiwono, mahasiswa Program Studi Ketahanan Nasional Sekolah Pasca Sarjana Universitas Gajah Mada (UGM) secara resmi mulai menggelar kegiatan di desa yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Blora tersebut. Selain berlangsung penanaman pohon, diadakan pula pelatihan fermentasi pakan ternak. Nantinya para mahasiswa dijadwalkan berada di Desa Kadiwono selama 1 minggu. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *