Bule AS Ikut Nayub Ketika Sedekah Bumi, Warga Pun Heboh
Mr. Simon Richter ikut nayub, ketika pesta sedekah bumi di Desa Sekarsari, Kecamatan Sumber.
Mr. Simon Richter ikut nayub, ketika pesta sedekah bumi di Desa Sekarsari, Kecamatan Sumber.

Sumber – Apa jadinya jika seorang warga negara Amerika Serikat ikut nayub di depan para ledek (penari-Red) ? Nah..sontak langsung menarik perhatian masyarakat, karena merupakan pemandangan langka. Apalagi seni tayub belakangan ini semakin jarang dipentaskan.

Begitulah sekilas momen seni tayub, untuk memeriahkan pesta sedekah bumi di Desa Sekarsari, Kecamatan Sumber, Kamis sore (11/07). Kebetulan dalam kegiatan tersebut, datang seorang profesor Pensylvania University Amerika Serikat, Mr. Simon Richter.

Simmon yang sedang mengadakan penelitian di Indonesia, singgah ke Dusun Sekararum Desa Sekarsari, berkat informasi dari seorang kenalannya, warga Desa Sekarsari.

Kepala Desa Sekarsari, Triyono Andi Asmoro mengungkapkan sedekah bumi tahun ini bertajuk Puter Giling. Selama menjelajah desa Sekarsari, Mr. Simon mendalami data-data seputar Puter Giling, yang bermakna mengembalikan kenangan pada kampung halaman, sehingga kaum perantauan di luar daerah mau pulang ke desanya.

“Mr. Simon sempat tanya puter giling itu nama orang bukan, ya kita jawab nggak. Ini hanya filosofi Jawa. Mr. Simon datang ke sini selama 3 hari. Beliau didampingi mbak Anisa sebagai penerjemah, karena Mr. Simon hanya sedikit bisa berbahasa Indonesia, “ ungkap Triyono.

Triyono menambahkan saat pagelaran seni tayub, Mr. Simon mencoba langsung menari. Masyarakat pun heboh, bahkan banyak yang mengabadikan dengan kamera telefon selular. Meski agak kaku, tapi setidaknya bisa menjadi penyemangat masyarakat, untuk terus melestarikan seni budaya Jawa.

Selama sedekah bumi ini, kampungnya banyak didatangi warga dari luar daerah. Pihak desa melibatkan rumah-rumah warga penduduk setempat, guna dijadikan tempat penginapan gratis.

“Ada seniman dari Blora, Semarang, Jakarta datang ke sini. Setiap RT kita kasih tahu, boleh nggak rumahnya dipakai menginap. Alhamdulilah warga sangat mendukung, ya memberi sarana istirahat, mandi maupun makan. Ini ide kreatif dari kalangan pemuda yang tergabung dalam SKRM Squad, “ tandasnya.

Puncak sedekah bumi di Desa Sekarsari ditandai dengan arak-arakan hasil bumi dari pertigaan Desa Sekarsari dan berakhir di Punden Kaligenting, sebelah barat kampung. Setelah itu, sedekah bumi disemarakkan oleh seni tayub dan kethoprak. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *