Dua Cara Bersihkan Sungai Pamotan, Kedepan Inginkan Perdes
Keramba ikan dan aktivitas bersih-bersih sungai di Desa Pamotan.
Keramba ikan dan aktivitas bersih-bersih sungai di Desa Pamotan.

Pamotan – Komunitas Pemuda Pamotan Millenial mempunyai cara menarik, untuk meningkatkan kepedulian masyarakat menjaga kebersihan sungai. Mereka mencanangkan dua kegiatan yang diharapkan dapat mendorong warga di sepanjang bantaran sungai lebih terlibat aktif.

Ketua Komunitas Pemuda Pamotan Millenial, Setiawan Ananto menuturkan upaya pertama dengan cara turun langsung membersihkan aliran sungai dari sampah sepanjang 1 kilo meter dari Dusun Tajen dan Palan, Sabtu (06/07). Rencananya menjadi agenda rutin setiap Minggu, sehingga warga yang biasanya senang membuang sampah ke sungai, akan mencari cara lain dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

“Kegiatan ini melibatkan pemuda, TNI dan masyarakat di dekat bantaran sungai. Ya sebagai langkah awal mendorong partisipasi dan kesadaran warga. Jangan lah buang sampah ke sungai, karena yang akan rugi juga masyarakat, “ ujarnya.

Setiawan menambahkan selain membersihkan sungai, pihaknya juga menebar 10 ribu benih ikan nila. Warga setempat membuat kotak-kotak pembatas semacam keramba. Warga pula yang akan merawat dan memanennya kelak. Dengan adanya keramba ikan nila, ia berharap warga di bantaran sungai tidak seenaknya membuang sampah ke dalam sungai. Ceceran sampah, rawan mengakibatkan siklus perkembangan ikan nila terganggu.

“Ikan nila ini ditebar ke sungai, warga yang akan memelihara. Jika sudah besar-besar, bisa dipanen dan syukur dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Semoga saja apa yang kita lakukan, dapat memberikan manfaat kedepan, “ kata Setiawan.

Sementara itu Eka Sriwidodo, dari remaja pecinta alam Pamotan mendukung kegiatan itu. Ia menyayangkan masih sering menjumpai sampah mengotori sungai. Padahal air digunakan untuk menopang aktivitas warga, termasuk sektor pertanian.

“Kalau sungai bersih, kita juga yang merasakan manfaatnya. Sudah puluhan tahun warga menikmati. Pertanian bisa maju, juga karena pasokan air yang cukup. Janganlah dikotori lagi oleh sampah, “ bebernya.

Untuk jangka panjang, Eka mengusulkan kepada Pemerintah Desa Pamotan membuat Peraturan Desa (Perdes) tentang Kebersihan Sungai, agar gerakan resik-resik kali lebih efektif. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *