Kasus Pembuangan Bayi, Polisi Sebut Sudah Mengarah
Suasana TKP ketika jasad bayi dievakuasi oleh petugas medis.
Suasana TKP ketika jasad bayi dievakuasi oleh petugas medis.

Sale – Kasus temuan bayi perempuan di Desa Mrayun, Kecamatan Sale mulai mendapatkan titik terang. Pihak kepolisian menduga ibu bayi berasal dari sekitar TKP, namun kemungkinan besar di luar Desa Mrayun.

Kapolsek Sale, AKP Suroyoto menjelaskan setelah temuan bayi tersebut, jasad bayi dibawa ke Rumah Sakit dr. R Soetrasno Rembang. Petugas identifikasi memeriksa jasad bayi, bersama tim medis. Kesimpulannya, bayi saat lahir, dalam kondisi hidup. Tapi kemudian dibuang dan akhirnya hanyut ke saluran irigasi Desa Mrayun, hingga meninggal dunia.

“Berdasarkan hasil otopsi, bayi masih hidup saat dilahirkan. Nah, meninggalnya karena dibuang ke aliran air itu, “ ungkap Kapolsek.

AKP Suroyoto menambahkan pihaknya masih melakukan pengembangan penyelidikan, dengan cara memetakan siapa saja wanita hamil dan dicurigai sebagai ibu bayi.  Menurut laporan anggota di lapangan, arahnya sudah ada. Ibu bayi diduga berasal dari kampung di bagian atas atau dekat hulu sungai, Desa Tahunan, Gading, Desa Jinanten dan sekitarnya.

“Penanganan kasus ini diambil alih oleh Polres Rembang. Polsek Sale sebatas backup atau membantu pengungkapan. Anggota kami masih menyelidiki, siapa saja ibu hamil di kawasan tersebut. Kemudian kita kerucutkan lagi, dengan faktor-faktor pendukung. Semisal suami pergi merantau atau memang nggak punya suami, namun belakangan ada perubahan fisik, “ imbuhnya.

Sebagaimana kami informasikan, sesosok jasad bayi perempuan ditemukan mengapung di saluran irigasi Desa Mrayun, Kecamatan Sale, Jum’at (28/06) sekira pukul 16.00 Wib. Setelah diotopsi di rumah sakit dr. R Soetrasno, jenazah bayi dimakamkan di makam Desa Kabongan Kidul, Rembang, lokasi terdekat dengan rumah sakit. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *