Kabar Terbaru Alfi : Kangen Mendera, Baju Kesukaan Dicari
Nurjahid menunjukkan foto keponakannya, Alfi Khairunafiah. (Foto atas) Saat kangen, sang ibu sering melihat baju kesukaan Alfi.
Nurjahid menunjukkan foto keponakannya, Alfi Khairunafiah. (Foto atas) Saat kangen, sang ibu sering melihat baju kesukaan Alfi.

Sarang – Anda masih ingat dengan kisah Alfi Khairunafiah, bocah balita berusia 2,5 tahun, warga Desa Temperak, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, yang hilang misterius sejak tanggal 31 Maret 2019 lalu atau sudah hampir 3 bulan terakhir. Lalu bagaimana perkembangan kabarnya saat ini ?

Kami pada Selasa pagi (25 Juni 2019) bertandang ke kediaman Alfi Khairunafiah. Kebetulan kita ditemui oleh ibunda Alfi, Siti Khoifah dan pamannya, Nurjahid. Sedangkan ayah Alfi, Sunari kebetulan sedang pergi. Sejak putrinya hilang, Sunari yang berprofesi sebagai nelayan tak pernah melaut lagi, karena disibukkan mencari keberadaan anak keduanya itu.

Ibunda Alfi, Siti Khoifah mengungkapkan total sudah ada 20 an orang kiai, maupun tokoh-tokoh supranatural yang dimintai tolong, guna membantu menerawang, sebenarnya di mana Alfi berada. Tapi sampai sekarang belum membuahkan hasil. Alfi tak kunjung ditemukan.

Siti merasa sedih dan tak kuasa menahan tangis, ketika anak pertamanya sering menanyakan di mana adiknya. Begitu rasa kangen mendera, biasanya ia melihat baju kesukaan Alfi yang diletakkan di samping almari. Kalau sudah seperti itu, sang suamilah yang menguatkan hatinya, untuk tetap sabar menghadapi cobaan.

“Tiap kali ada orang bilang paranormal ini ampuh, kita datangi. Begitu juga tokoh-tokoh kiai, siapa tahu ada petunjuk. Termasuk sama Mbah Kiai Maimoen Zubair. Suami yang sering menguatkan ketika saya menangis memikirkan Alfi. Bilangnya, do’akan saja semoga Alfi pulang dengan selamat, “ kata Siti Khoifah dengan nada berat.

Paman Alfi Khairunafiah, Nurjahid membeberkan sudah ada sejumlah orang yang dianggap memiliki kemampuan melihat “dunia lain” datang ke Desa Temperak, ingin membantu mencari Alfi. Mulai do’a bersama hingga ritual khusus dijalankan, tapi masih buntu.

Keluarga sendiri bingung, karena ada yang menyebutkan Alfi diculik orang. Informasi itu ditindaklanjuti dengan mencari ke Surabaya, Sidoarjo, bahkan sampai Lumajang, Jawa Timur. Tapi sebagian sumber lain menerawang, Alfi disembunyikan makhluk sebangsa jin. Upaya mengembalikan Alfi dari kungkungan jin, bahkan tak kurang-kurang.

Nur Jahid mengaku pasrah, menyerahkan semua pada kekuasaan Allah SWT. Jika memang Alfi masih hidup, segera dibukakan jalan pulang, bisa berkumpul lagi bersama keluarga. Sebaliknya, jika Alfi sudah mati seumpama dibunuh, segera ditunjukkan di mana kuburnya.

“Kami sudah melakukan banyak usaha mencari Alfi. Di dunia nyata maupun yang nggak kasat mata. Jujur saja keluarga bingung, antara Alfi hilang diculik atau disembunyikan barang lelembut. Sambil terus berdo’a dan usaha, semua kita kembalikan kepada Allah. Adik saya, Siti Khoifah sering saya bilangi gitu, biar tenang, ikhlas, “ urai Nurjahid.

Kala itu, menurut penerawangan beberapa orang, Alfi disembunyikan makhluk sebangsa jin di sebuah gudang kosong, belakang rumahnya. Tempat tersebut dipenuhi semak belukar yang sangat rimbun. Wallahu A’lam Bisshowab.

Hilangnya Alfi Khairunafiah, juga mendorong warga jauh-jauh datang ke rumah Alfi yang berdekatan dengan jalur Pantura perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah dengan Jawa Timur. Selain lewat penglihatan indera keenam, ada pula yang membantu berbentuk uang, untuk sekedar menopang biaya pencarian Alfi.

Sebagaimana pernah kami informasikan, Alfi Khairunafiah hilang saat bermain di depan rumah neneknya, tak jauh dari kediaman Alfi. Sang nenek kebetulan pergi sebentar mengantar rebon untuk bahan membuat terasi. Sekira 10 menit kembali, Alfi ternyata sudah tidak ada. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *