Kantongi Ijazah Paket C, Berharap Bisa Naik Pangkat
Pengelola PKBM Budi Utomo menerangkan distribusi lulusan yang diterima bekerja. (Foto atas) Lulusan PKBM Budi Utomo yang mendapatkan nilai terbaik.
Pengelola PKBM Budi Utomo menerangkan distribusi lulusan yang diterima bekerja. (Foto atas) Lulusan PKBM Budi Utomo yang mendapatkan nilai terbaik.

Sluke – Pendidikan non formal kejar paket sering dianggap sebelah mata. Padahal melalui program tersebut, masyarakat mendapatkan kemudahan untuk melangkah lebih jauh.

Misalnya 70 orang lulusan kejar paket C setara SMA Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Budi Utomo Sluke, Kabupaten Rembang seusai diwisuda, Minggu siang (23 Juni 2019), mereka langsung menyiapkan rencana jangka panjang.

Salah satu lulusan PKBM Budi Utomo yakni Suwandi, Sekretaris Desa Jatisari, Kecamatan Sluke. Ia mengaku dulu karena keterbatasan waktu dan biaya, belum sempat mengenyam pendidikan SMA sederajat. Kemudian Sekretaris Desa diangkat menjadi pegawai negeri oleh pemerintah. Saat ini Suwandi menempati golongan pegawai rendah. Begitu mengantongi ijazah paket C, Suwandi berharap bisa kuliah dan meningkatkan jenjang kepangkatannya.

“Insyallah kalau diberi umur panjang, saya ingin melanjutkan ke jenjang lebih atas. Dalam hal ini kuliah. Saya rasa keberadaan PKBM memberikan kemudahan, “ ujar Suwandi.

Sementara itu, Pengelola PKBM Budi Utomo Desa Sendangmulyo, Kecamatan Sluke, Sutrisno menyatakan pihaknya selama proses pembelajaran, mengedepankan basis kewirausahaan. Salah satunya membekali semangat wirausaha, supaya mereka siap menghadapi dunia kerja maupun membuka usaha sendiri.

Terbukti, lulusan PKBM banyak yang diterima di sejumlah perusahaan, hingga merambah ke sektor pemerintahan. Jadi perangkat desa, kepala desa atau bahkan pegawai negeri.

“Kenapa wirausaha, karena wilayah Kecamatan Sluke sendiri, investasi menggeliat. Pabrik-pabrik butuh tenaga yang berkompeten. Sumber daya manusia harus siap. Kalau lulusan mempunyai penghasilan, kita berharap ekonomi keluarganya ikut meningkat, “ terangnya.

Camat Sluke, Haryadi yang hadir dalam wisuda lulusan PKBM Budi Utomo meminta jangan berkecil hati, meski mendapatkan ijazah pendidikan non formal. Menurutnya, banyak lulusan paket C tidak kalah dengan lulusan pendidikan formal.

“Yang penting tunjukkan bahwa panjenengan mampu. Saya kasih contoh, waktu seleksi perangkat desa, lulusan paket C nyatanya sanggup bersaing dengan lulusan perguruan tinggi, “ pungkas Camat Sluke. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *