Momen Langka Bupati Pinjam Uang Camat, Lhoo Untuk Apa?
Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyapa warga yang memadati kegiatan pengajian di Dusun Bulu Desa Kalitengah, Kecamatan Pancur, Rabu sore.
Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyapa warga yang memadati kegiatan pengajian di Dusun Bulu Desa Kalitengah, Kecamatan Pancur, Rabu sore.

Pancur – Apa jadinya ketika Bupati Rembang, Abdul Hafidz berhutang uang dengan seorang camat. Nah..momentum langka itu terjadi saat Bupati, Abdul Hafidz menghadiri pengajian umum di Desa Kalitengah, Kecamatan Pancur, Rabu sore (19 Juni 2019).

Awal mulanya, Bupati di atas panggung menyampaikan bahwa saat ini keluhan masyarakat bermunculan, terkait penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Masih banyak keluarga mampu mendapatkan bantuan, tetapi yang ekonominya kurang mampu, justru belum tercantum sebagai penerima. Ia kemudian menantang warga untuk maju, sambil bertanya lebih senang memberi atau senang menerima ?

Siapa yang maju, akan mendapatkan hadiah uang. Karena Bupati tidak membawa uang, selanjutnya meminjam dari Camat Pancur, Suharto, yang kebetulan duduk di sebelah timur panggung. Meski Bupati beberapa kali memberikan kesempatan, ternyata yang berani maju hanya seorang warga. Diduga karena malu, harus menjawab pertanyaan lebih senang memberi atau menerima. Begitulah upaya Bupati secara tidak langsung menyadarkan warga.

“Wah ngendi iki ajudanku, wis nyilih duwit pak Camat sik. Pinjemi pak, kabeh bawa sini. Lha sakiki ibu-ibu, ayo maju. Jenengan sening menehi opo diwenehi. Yen luwih seneng diwenehi, innalilahi wainnailaihi roji’un, ya monggo iki tak wenehi, “ kata Bupati sambil menyodorkan uang Rp 100 ribu kepada seorang wanita.

Abdul Hafidz menyadari banyak masyarakat sering menyalahkan Bupati, ketika terjadi bantuan tidak tepat sasaran. Hafidz menyatakan kalau ada warga bersalah dengan Bupati, tidak perlu meminta maaf. Yang terpenting, semua bisa saling memaafkan, untuk mendapatkan berkah idul Fitri.

“Nek rakyatku duwe dosa karo aku, ora usah jaluk ngapuro, pasti tak sepuro. Penak boten ngene iki ? Yen panjenengan sasi romadon poso, sakiki gelem sepuro sepuronan, insyaallah mbalik koyo bayi lagi lahir, “ imbuhnya.

Ditengah-tengah kesibukannya sebagai kepala daerah, Hafidz yang jebolan sebuah pondok pesantren di Kecamatan Sarang ini masih biasa mengisi pengajian-pengajian di pelosok pedesaan. Dengan gaya khas sarungnya, Bupati menyelipkan program-program pemerintah di tengah tausiyah. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *