Menarik Diungkap, Sistem Zonasi Bagi Sekolah Favorit
SMA N I Rembang. (foto atas) Sugito menunjukkan pemetaan zonasi untuk SMA N I Rembang.
SMA N I Rembang. (foto atas) Sugito menunjukkan pemetaan zonasi untuk SMA N I Rembang.

Rembang – SMA N I Rembang yang selama ini dikenal sebagai sekolah favorit di Kabupaten Rembang, tidak mempermasalahkan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini.

Sugito, seorang guru SMA N I Rembang yang mengikuti bimbingan tekhnis PPDB menyatakan pihaknya tahun ini membuka rombongan belajar sebanyak 10 kelas, tiap kelas terdiri dari 34 anak. Maka total siswa yang akan diterima mencapai 340 anak. Ia optimis kapasitas itu akan terpenuhi. Menurutnya, setiap kebijakan selalu ada sisi positif dan negatif. Sekolah tinggal menyesuaikan saja.

Dampak positif, terjadi pemerataan kualitas pendidikan, sehingga tidak ada lagi yang namanya sekolah favorit. Namun salah satu sisi negatifnya, mengakibatkan bisa saja siswa berprestasi kesulitan mencari sekolah yang lokasinya dekat dengan rumah. Ia mencontohkan di Kecamatan Sarang, satu-satunya kecamatan yang tidak ada SMA negeri. Kecamatan Sarang saat ini masuk zonasi SMA N Kragan.

Manakala di SMA N I Kragan sudah dipenuhi siswa dari Kecamatan Kragan sendiri, memungkinkan siswa diarahkan masuk sekolah yang siswanya kurang. Semisal di SMA N Lasem, Pamotan atau bahkan Sale. Mengingat aplikasi penerimaan peserta didik baru, dikondisikan hanya untuk sekolah negeri.

“Sistem dulu calon siswa dari Kecamatan Sarang bisa mendaftar ke SMA N I Rembang, tapi sekarang masuknya zonasi SMA N I Kragan. Kalau penuh, sistem akan mencarikan anak tersebut ke sekolah lain yang siswanya masih kurang, meski jaraknya jauh. Tinggal siap atau tidak siswanya, “ ujarnya.

Sugito menambahkan tahap pendaftaran dimulai dengan verifikasi berkas dan pengajuan akun tanggal 24 – 28 Juni 2019 ke sekolah yang dituju. Setelah siswa mendapatkan akun, langsung melakukan aktivasi. Pendaftaran secara online, baru dimulai antara tanggal 01 – 05 Juli 2019. Sekolahnya menyiapkan laboratorium komputer bagi siswa yang akan mendaftar secara online.

“Nah pendaftar harus pakai sistem online. Bisa pakai smartphone. Tapi kalau mungkin internet lemot, jaringan susah, bisa gunakan lab komputer di sini. Untuk pengumuman hasil seleksi, tanggal 09 Juli 2019, “ imbuh Sugito.

Sistem zonasi ini yang diutamakan adalah jarak domisili terdekat dengan sekolah. Zonasi asal murid yang bisa mendaftar ke SMA N I Rembang, paling jauh wilayah Desa Tlogomojo Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, berjarak 19,35 kilo meter, sedangkan terdekat Kelurahan Magersari, Rembang 0 kilo meter.

Khusus jalur zonasi, kuotanya 90 % dari total keseluruhan peserta didik yang diterima, sedangkan sisanya 5 % untuk jalur prestasi (dari luar zonasi boleh mendaftar asalkan berprestasi) dan 5 % jalur perpindahan tugas orang tua/wali. Semisal warga dari Semarang, kebetulan bertugas di Rembang, anaknya bisa sekolah di wilayah tempat tugas orang tua. Kalau jalur perpindahan tugas ternyata tidak ada, kuotanya bisa diisi dari jalur prestasi. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *