Bupati : “Harus Nomor Satu, Jangan Nomor Dua…”
Isteri Bupati Rembang, Ny. Hasiroh Hafidz memotong untaian bunga di depan pintu masuk Taman Rekreasi Pantai Kartini, menandakan dibukanya tradisi Syawalan.
Isteri Bupati Rembang, Ny. Hasiroh Hafidz memotong untaian bunga di depan pintu masuk Taman Rekreasi Pantai Kartini, menandakan dibukanya tradisi Syawalan.

Rembang – Bupati Rembang, Abdul Hafidz memerintahkan kepada Sekretaris Daerah, Subhakti serta pihak Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata, agar Taman Rekreasi Pantai Kartini yang merupakan aset Pemkab Rembang, tetap menjadi obyek wisata nomor satu dari sisi jumlah kunjungan wisatawan. Jangan sampai posisinya semakin tergeser oleh obyek wisata lain.

Bupati menyampaikan hal itu ketika membuka tradisi Syawalan di Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang, Selasa pagi (11 Juni 2019). Ia mengakui dari sisi kunjungan wisatawan dan pamornya, Taman Kartini kalah dengan obyek wisata Pantai Karangjahe di Desa Punjulharjo, Rembang. Meski demikian Hafidz mengingatkan jangan mudah menyerah, tetapi bagaimana pengelola Taman Rekreasi Pantai Kartini bersama Pemkab Rembang bahu membahu, supaya aset yang dikelola Pemkab menjelma sebagai tempat wisata nomor satu.

“Dulu 10 hari full pengunjung berjubel di sini, karena terpusat di Taman Kartini. Tapi sekarang terpecah ke obyek-obyek lain sekitar Rembang. Pak Sekda, pak Kepala Dinas, bagaimana memajukan pariwisata aset pemkab harus nomor satu, jangan nomor dua. Pada hakekatnya wisata nggak hanya saat musim Lebaran saja. Tapi di luar Syawalan pun mesti dikelola dengan baik, “ ujarnya.

Bupati menambahkan tidak terlalu berharap memperoleh pendapatan asli daerah (PAD) dari menjamurnya tempat-tempat wisata yang dikelola desa. Justru Pemkab Rembang ingin memacu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk berinovasi memberdayakan potensi di desa masing-masing, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Ia mencontohkan kesuksesan Pasar Brumbung di Desa Banggi Petak Kecamatan Kaliori dan Pasar Kramat Desa Nglojo, Kecamatan Sarang.

“Di Brumbung awalnya mau dibuka sebulan sekali, tapi sekarang tiap hari dibuka dan ramai. Setelah itu ada Pasar Kramat di Desa Nglojo, semoga bisa menyusul seperti kakaknya, Pasar Brumbung. Kami nggak berharap dapat PAD dari sana, tapi selaku pemerintah ikut senang, jika mampu membuat ekonomi masyarakat bergerak, “ tandasnya.

Tradisi Syawalan di Taman Rekreasi Pantai Kartini ditandai kirab gunungan ketupat dari Kantor Bupati menuju Taman Rekreasi Pantai Kartini, diiring oleh para pejabat Pemkab. Tradisi Syawalan diperkirakan mencapai puncaknya hari Rabu – Kamis (12-13 Juni 2019). Pemkab menyediakan 36 titik kapling tempat berjualan di depan Balai Kartini, depan Kantor Bupati dan Jl. Diponegoro Rembang. Semuanya ludes terjual. Pedagang dijadwalkan berjualan sampai hari Jum’at, 14 Juni 2019. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *