Thong-Thong Lek Tahun Ini Banyak Yang Berubah, Panitia Ungkap Alasannya
Pentas thong-thong lek di Rembang, dua tahun silam. (youtube).
Pentas thong-thong lek di Rembang, dua tahun silam. (youtube).

Rembang – Panitia festival thong-thong lek di Rembang tahun ini melakukan banyak perubahan lomba, berbeda jauh dengan konsep thong-thong lek tahun-tahun sebelumnya.

Sucipto, salah satu panitia festival thong-thong lek, Jum’at siang (17 Mei 2019) membeberkan sejumlah perubahan tersebut. Yang pertama, tahun ini perlombaan hanya berlangsung semalam. Begitu selesai, langsung ditetapkan pemenangnya. Berbeda dengan pelaksanaan selama ini, lomba digelar dua malam. Malam pertama babak penyisihan melalui parade di jalan, sedangkan malam kedua babak final, biasanya di halaman Stadion Krida Rembang. Panitia beralasan format berubah, karena jumlah anggaran untuk melaksanakan thong-thong lek menurun.

Nantinya peserta memulai lomba dari start di Perempatan Jaeni. Panggung kehormatan berdiri di dekat Perempatan Jaeni, setiap peserta langsung tampil membawakan lagu.

“1 lagu dinyanyikan di start. Bisa lagu ciptaan sendiri maupun lagu gubahan, yang penting bernafaskan Islam. Kami beri waktu 7 menit di depan pangung kehormatan, setelah itu langsung jalan. Kalau kami gelar dua malam, nanti malah nggak ada hadiahnya. Anggaran turun soalnya, tapi saya nggak hafal berapa, “ ungkap Sucipto.

Perbedaan lain, kantong kumpulnya antrean peserta yang semula berada di Jl. Dr. Sutomo dan HOS Cokroaminoto, kini digeser dari perempatan Jaeni ke barat atau sepanjang Jl. Dr. Wahidin Rembang. Setelah dari depan panggung, peserta menyusuri route Jl. Kartini – Jl. Pemuda dan finish di sebelah barat Gedung Haji Rembang. Sepanjang parade, kalau dulu ada lagu wajib yang harus dinyanyikan, sekarang tidak. Peserta bebas memilih lagu, asalkan masih ada kaitannya dengan syi’ar Islam.

“Muda-mudahan konsep ini tidak semakin menambah semrawut alur peserta. Yang jelas, di Jaeni akan kita pasangi besi pembatas seperti kalau ada pentas dangdut itu, biar penonton nggak menerobos masuk, “ tandasnya.

Sampai hari Jum’at (17/05) sudah ada sekira 20 group thong-thong lek yang mendaftarkan diri. Festival thong-thong lek, rencananya berlangsung pada hari Sabtu, tanggal 01 Juni 2019. Pihak dewan juri akan menentukan 6 penampil terbaik. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *