Kisah Trenyuh : Siswi Menangis Di Depan Bupati, Dapat Hadiah Mengejutkan
Siswi SMP N II Bulu, Zumrotun Nikmah menangis, saat berdialog dengan Bupati Rembang, Abdul Hafidz, Rabu (15/05).
Siswi SMP N II Bulu, Zumrotun Nikmah menangis, saat berdialog dengan Bupati Rembang, Abdul Hafidz, Rabu (15/05).

Bulu – Saat Bupati Rembang, Abdul Hafidz berada di SMP N II Bulu mengisi program Halo Bupati Spesial Bupati Mengajar, Rabu (15 Mei 2019), ada seorang siswi yang menangis.

Siswi kelas 9 bernama Zumrotun Nikmah itu menangis ketika sesi dialog, berdiri di samping Bupati, sesaat setelah mengaku bercita-cita ingin menjadi guru. Ia beberapa kali mengusap air matanya, karena merasa terharu. Bupati, Abdul Hafidz pun sontak langsung bertanya kepada Zumrotun.

“Jadi guru nggak enak lho, kenapa pengin jadi guru. Kok nangis, ada apa nangis, “ tanya Hafidz.

Zumrotun berencana meneruskan ke SMK N I Sumber. Nantinya setelah lulus, ingin bekerja sambil kuliah, untuk mewujudkan cita-citanya, karena berasal dari keluarga kurang mampu. Zumrotun termasuk siswi berprestasi, terakhir kali ia menyabet ranking 3 paralel. Bupati akhirnya menjanjikan siap memberikan beasiswa sekolah gratis selama mengenyam pendidikan di tingkat SMK kelak.

“Angger ranking apik meneh, tak keki opo yo, spesial iki. Catet pak kepala dinas, kasih beasiswa di SMK gratis sampai lulus. Ya wis, sakiki ora usah nangis, “ imbuh Bupati melihat Zumrotun menunduk sambil mengusap air mata.

Abdul Hafidz menambahkan kalau ada siswa dari keluarga miskin berprestasi akademik maupun non akademik, tidak perlu khawatir melanjutkan kuliah. Pemkab Rembang menyiapkan beasiswa kuliah gratis, sekaligus menanggung biaya hidup selama kuliah. Angkatan pertama sebanyak 57 orang, kemudian angkatan kedua jumlahnya 52 orang yang menjadi sasaran program tersebut.

“Memang ada program Bidik Misi dari pemerintah. Tapi prosentasenya kecil. Makanya Pemkab Rembang hadir membantu siswa dari warga miskin berprestasi, agar bisa kuliah. Ini dikasih 4 tahun sampai wisuda lho. Makanya adik-adik semangat belajar, “ tandasnya.

Hafidz menambahkan mereka yang menerima beasiswa kuliah tersebar di berbagai perguruan tinggi. Bahkan ada yang di luar Jawa Tengah. Dua tahun program itu berjalan, Pemkab Rembang sudah mengeluarkan anggaran hampir Rp 4 Miliar. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *