Motor Dan Muatan Rosok Diamankan Polisi Saat Operasi, Jadi Bahan Pertanyaan Warga
Salah satu sasaran Operasi Keselamatan lalu Lintas Candi di Kabupaten Rembang adalah warga yang naik kendaraan bak terbuka.
Salah satu sasaran Operasi Keselamatan lalu Lintas Candi di Kabupaten Rembang adalah warga yang naik kendaraan bak terbuka.

Sumber – Upaya polisi Satuan Lalu Lintas Polres Rembang ketika Operasi Keselamatan Candi mengamankan sepeda motor, lengkap dengan muatan rosok (barang-barang bekas-Red) menjadi sasaran pertanyaan warga. Begitu ada motor yang dianggap melanggar, apakah muatannya juga ikut diangkut ? Salah satunya terjadi saat polisi menggelar operasi di Desa Sekarsari, Kecamatan Sumber, belum lama ini.

Kepala Unit Registrasi Dan Identifikasi Satlantas Polres Rembang, Iptu Sulkan Mulyadi membenarkan pihaknya memang sempat mengamankan sepeda motor, lengkap dengan muatan barang-barang bekas milik tukang rosok.

Namun saat itu pemiliknya mendadak kabur, meninggalkan motor beserta krombong muatan di jok belakang. Sebenarnya, polisi hanya ingin mengamankan motor saja. Tapi daripada muatan barang bekas ditinggal di pinggir jalan dan rawan hilang, maka dibawalah ke Makolantas Polres Rembang. Jika sewaktu-waktu pemilik ingin datang mengambil, ia mempersilahkan.

“Kalau polisi Satlantas menggelar operasi, sasarannya fokus kendaraan.  Semisal ada bakul belanja keliling atau tukang rosok kok melanggar, yang diamankan ya motornya. Kalau barang bawaan, selama tidak melanggar hukum, ya diserahkan sama pemilik. Yang di Sumber itu kebetulan, tukang rosoknya kabur. Tujuan kita membawa barang bekas supaya nggak hilang, “ terangnya.

Iptu Sulkan membenarkan Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi di desa-desa pelosok, selalu diikuti dengan tingginya angka pelanggaran. Rata-rata pengendara motor tidak memakai helm, tidak mempunyai SIM dan STNK kendaraan sudah mati.

“Waktu di Sumber, banyak sekali pelanggarannya. Temuan kita yang STNK mati, ya motor kita amankan. Monggo nanti kalau mau diurus, bisa langsung datang ke kantor, sambil membawa surat-surat yang sah, “ tandasnya.

Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi berlangsung sejak tanggal 29 April dan berakhir hari Minggu, tanggal 12 Mei 2019. Tujuan dari operasi tersebut, untuk meningkatkan kedisiplinan berlalu lintas, menjelang musim arus mudik Lebaran. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *