Gratissss Selama Ramadhan, Yukk Kita Ramaikan Mbah Saru
Promosi memancing ikan gratis di RTH Mondoteko, Rembang. (Gambar atas) Kalangan pemuda memasukkan ikan ke dalam kolam pemancingan.
Promosi memancing ikan gratis di RTH Mondoteko, Rembang. (Gambar atas) Kalangan pemuda memasukkan ikan ke dalam kolam pemancingan.

Rembang – Kalangan pemuda di Desa Mondoteko, Rembang membuka kolam pemancingan gratis di kawasan ruang terbuka hijau (RTH) atau sebelah utara lapangan Mondoteko, selama bulan suci Ramadhan ini.

Perangkat Desa Mondoteko, Samianto menuturkan pihaknya sudah menebarkan ribuan ikan nila, lele, gurame dan ikan bawal, untuk menunjang kegiatan mancing gratis tersebut. Pengunjung yang ingin menunggu waktu berbuka puasa, dipersilahkan datang memancing.

Pada tahap awal, pemancing tidak dipungut biaya, supaya lebih mengenalkan keberadaan ruang terbuka hijau Mondoteko. Cukup hanya membayar biaya parkir kendaraan Rp 2 ribu, bisa memancing ikan sepuasnya.

“Ini kesempatan bagus, hanya bulan Ramadhan ini saja. Monggo yang ingin mancing, bisa langsung rawuh ke RTH Mondoteko. Untuk kolam pemancingan, diberi nama Mbah Saru. Kalau 100 orang, cukup kok mancing di sini. Kenapa Mbah Saru, karena dulu yang namanya taman kota kan identik dengan orang-orang jorok, makanya dikasih nama Mbah Saru, “ ujar Samianto.

Samianto menambahkan setelah bulan suci Ramadhan, pihaknya bersama kelompok pemuda akan membahas kegiatan kedepan. Bisa saja nantinya untuk rutinitas harian, pengunjung membeli ikan hasil pancingan atau digelar lomba memancing ikan. Yang terpenting, keberadaan ruang terbuka hijau dapat semakin menggeliat dan menjadi daya tarik masyarakat.

“Habis puasa nanti insyaallah akan digelar lomba memancing, yang dapat hadiah kalau dapat ikan terbesar atau ikan berpita. Nah, kalau ini sekupnya lain, jadi ada biaya pendaftarannya. Tapi untuk harian setelah mancing gratis, pengunjung bisa beli ikan hasil pancingan. Per Kg dikenakan harga berapa gitu, “ imbuhnya.

Di Kabupaten Rembang, terdapat sejumlah ruang terbuka hijau atau taman kota yang sempat dibiayai penataannya oleh pemerintah. Selain Mondoteko, ada pula RTH Borotugel Desa Kabongan Kidul, kemudian RTH Desa Padaran, Rembang dan RTH Dasun Kecamatan Lasem. Karena pemanfaatannya diserahkan kepada pemerintah desa, maka pihak desa harus lihai mencari terobosan, agar keberadaan RTH lebih berdaya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *