Mobil Rombongan Keluarga Dihantam Tronton, Polisi Ungkap Korban tewas
Polisi meminta penjelasan dari salah satu korban luka, pengemudi mobil. (Gambar atas) Warga melihat kondisi Honda Mobilio yang dihantam truk tronton di jalur Pantura Desa Blimbing, Kecamatan Sluke.
Polisi meminta penjelasan dari salah satu korban luka, pengemudi mobil. (Gambar atas) Warga melihat kondisi Honda Mobilio yang dihantam truk tronton di jalur Pantura Desa Blimbing, Kecamatan Sluke.

Sluke – Kecelakaan maut terjadi di jalur Pantura Desa Blimbing, Kecamatan Sluke, Minggu (05/05) sekira pukul 17.00 Wib. Tabrakan keras melibatkan truk tronton box dengan sebuah mobil Honda Mobilio. Seorang tewas dalam peristiwa tersebut dan 3 lainnya menderita luka-luka.

Menurut keterangan saksi yang dikumpulkan aparat kepolisian, awalnya truk tronton yang dikemudikan Irawan Juniarto (29 tahun) warga Desa Harjo Kuncaran, Kecamatan Sumber Manjing Wetan Kabupaten Malang, Jawa Timur melaju dari arah barat (Semarang) menuju ke timur. Truk tersebut diduga menyalip kendaraan lain di depannya dari sebelah kanan. Tapi karena tidak memperhitungkan kondisi, ternyata dari arah berlawanan melaju mobil Mobilio yang dikemudikan Erik Kardono (30 tahun), warga Desa Tuk Karangsuwung Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Tabrakan pun terjadi, membuat mobil Honda Mobilio terdorong, hingga rusak parah.

Akibatnya, pengemudi mobil Honda Mobilio menderita cidera tulang belakang, namun masih sadar. Sedangkan 3 orang penumpang mobil, Yongki (29 tahun) meninggal dunia akibat cidera berat pada bagian kepala dan dua lainnya luka-luka, atas nama Puji Rahayu (38 tahun) dan Lita Priantika (20 tahun), semua warga Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Rembang, AKP Roy Irawan mengakui di daerahnya cukup banyak titik kerawanan kecelakaan lalu lintas. Mengingat jalur Pantura Kabupaten Rembang terpanjang di Jawa Tengah, yakni 63 kilo meter. Ia membeberkan data kecelakaan lalu lintas selama bulan Januari 2019 sebanyak 43 kasus, Februari 30, Maret 45 dan bulan April 41 kasus.

“Pantura kita dari perbatasan Kaliori sampai dengan perbatasan Tuban, Jawa Timur. Pantura ini kendaraan semua melintas, mobil kecil maupun kendaraan bertonase besar. Jadi angka kecelakaan cukup tinggi. Kalau ditotal 4 bulan terakhir saja sudah 159 kasus kecelakaan, “ ungkapnya.

Roy Irawan menambahkan dari jumlah tersebut 36 orang diantaranya meninggal dunia. Sedangkan penyebab kecelakaan yang mendominasi adalah faktor kelalaian manusia atau human eror. Umumnya kecelakaan terjadi, lantaran diawali pelanggaran lalu lintas.

“Ini yang korban meninggal dunia menjadi keprihatinan kita. Artinya rata-rata per bulan ada 10-15 orang meninggal dunia. Mereka dari latar belakang profesi, dan umur. Faktor human eror tertinggi. Misalnya nyalip dari kiri, menerobos lampu merah maupun mendahului kendaraan dalam kondisi tidak aman. Yang lalai siapa, ya manusianya, “ imbuh Kasat Lantas.

Satuan Lalu Lintas sudah berupaya menekan angka kecelakaan lalu lintas, dengan beragam cara pencegahan hingga penindakan pelanggaran. Roy berharap tumbuhnya kesadaran masyarakat bukan karena ada polisi, tetapi warga merasa hal itu sudah menjadi kebutuhan. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *