Libatkan 4 Mediator, Jatuh Bangun Demi Mencari Alfi Khairunafiah
Suasana pencarian bocah hilang, Alfi Khairunafiah di lahan kosong, di Desa Temperak, Kecamatan Sarang, Selasa malam (30/04).
Suasana pencarian bocah hilang, Alfi Khairunafiah di lahan kosong, di Desa Temperak, Kecamatan Sarang, Selasa malam (30/04).

Sarang – Keluarga korban dan pihak Desa Temperak, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang berusaha seoptimal mungkin, untuk menemukan Alfi Khairunafiah, bocah berusia 2,5 tahun yang hilang sejak tanggal 31 Maret 2019 lalu.

Seperti pada Selasa malam (30/04), digelar ritual untuk mencari keberadaan Alfi Khairunafiah di lahan kosong depan gudang pengolahan ubur-ubur, atau berjarak sekira 100 Meter sebelah timur kediaman Alfi. Pabrik itu hanya dipakai ketika musim ubur-ubur. Selebihnya dibiarkan sunyi.

Tampak ada Kepala Desa Temperak, Nur Syafik, kerabat Alfi, kemudian Hasyim, Kepala Desa Kalipang, Kecamatan Sarang yang dianggap mampu menerawang alam ghaib. Hasyim tidak sendiri, tetapi bersama dengan belasan muridnya duduk-duduk di tengah kegelapan malam.

Solusi Keluhan Lambung

Kali pertama, pakaian milik Alfi ditali dengan menggunakan janur, ditimbun ke dalam tanah. Setelah itu berlangsung do’a bersama, memohon kepada Allah SWT, agar Alfi Khairunafiah lekas ditemukan.

Hasyim melalui mediator muridnya, berkomunikasi dengan sosok yang ia sebut bernama Kidang Emas. Menurutnya, Kidang Emas adalah raja jin yang berkuasa di lahan kosong tersebut. Hasyim membenarkan Alfi dalam penguasaan Kidang Emas.

Selama ritual itu, Kidang Emas sempat meminta pisang hijau. Warga kemudian menyediakan. Suasana kian menegangkan, begitu murid yang menjadi mediator berguling-guling di tanah. Sedikitnya, ada 4 orang mediator bergantian. Bahkan sampai jatuh bangun, karena merasa tidak kuat. Puluhan orang yang menyaksikan momen itu pun, juga kocar-kacir berusaha menjauh, khawatir kena seruduk.

Dari hasil dialog antara Hasyim dengan Kidang Emas, diinformasikan Alfi sudah berada di rumahnya. Tapi saat dicek, ternyata tidak ada. Merasa dibohongi, Hasyim menantang Kidang Emas, untuk segera mengeluarkan Alfi ke dunia nyata. Beberapa kali ditolak, akhirnya Kidang Emas yang merasuki raga salah satu muridnya, ditarik dan dimasukkan ke dalam sebuah botol.

Hasyim kepada Reporter R2B ingin memberikan pelajaran, karena Kidang Emas masih bersikukuh mempertahankan Alfi. Dengan cara itu, ia berharap Kidang Emas dalam 1 atau 2 hari kedepan mau mengembalikan Alfi ke dunia nyata.

“Ia seperti ingin mempermainkan. Makanya kalau tidak bisa diajak secara baik-baik, ya harus dengan cara kasar, “ ungkap Hasyim.

Beriringan ketika kegiatan ritual selesai, hujan deras mengguyur Desa Temperak. Sontak warga langsung buru-buru meninggalkan lokasi, sedangkan sebagian lainnya memilih berteduh di teras gudang ubur-ubur, sambil menunggu hujan reda.

Kepala Desa Temperak, Kecamatan Sarang, Nur Syafik menjelaskan usaha mencari Alfi ke berbagai daerah sudah ditempuh. Upaya lain, dengan bertanya kepada ulama, kiai dan sejumlah orang yang dianggap mampu melihat dunia lain. Arahnya, Alfi diperkirakan masih berada di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.

“Mau percaya atau tidak, tergantung masing-masing. Kita yang penting semua usaha dicoba. Muaranya tetap berserah diri kepada Allah SWT. Ini Alfi sudah lama hilangnya, kasihan keluarga terutama orang tua dan neneknya, “ tutur Syafik.

Nur Syafik menambahkan meski Alfi belum berhasil ditemukan, namun pihak desa tak akan berhenti membantu untuk mencari Alfi Khairunafiah, agar segera kembali ke pangkuan orang tuanya. (Musyafa Musa).

News Reporter

1 thought on “Libatkan 4 Mediator, Jatuh Bangun Demi Mencari Alfi Khairunafiah

  1. Minta tolong saja sama ki soleh pati yg ilmu sudah tinggi dan insha Allah mau membantunya klw berusaha.atau sama master limbat juga bisa.atau sama ustad yg biasanya Ada d acara ruqiah d tv itu jg ilmunya jg dan mumpuni.insha Allah dg kekuatan Allah melalu perantara beliau*semua dek alfi segera d temukan.itu saran saya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *