Tiga Korban Pemilu Di Rembang, Ada Yang Keguguran Kandungan
Komisioner KPU Rembang mendatangi kediaman Almarhumah Nurul Hidayati, anggota KPPS di Desa Landoh yang meninggal dunia, belum lama ini.
Komisioner KPU Rembang mendatangi kediaman Almarhumah Nurul Hidayati, anggota KPPS di Desa Landoh yang meninggal dunia, belum lama ini.

Rembang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rembang mencatat ada 3 orang penyelenggara di tingkat bawah yang menjadi korban, terkait pagelaran pesta demokrasi Pemilu serempak 17 April lalu.

Ketiganya masing-masing Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Plawangan, Kecamatan Kragan mengalami kecelakaan lalu lintas, ketika akan mengambil printer untuk keperluan Pemilu. Korban menderita luka-luka dan menjalani perawatan intensif.

Korban kedua, Nurul Hidayati (44 tahun), anggota KPPS di Desa Landoh Kecamatan Sulang. Nurul meninggal dunia keesokan harinya setelah penghitungan suara Pemilu, ketika dirinya akan berangkat mengajar PAUD di Desa Sulang. Motornya tiba-tiba oleng dan terjatuh. Diduga yang bersangkutan kelelahan, sehingga hilang konsentrasi ketika berkendara.

Kejadian berikutnya menimpa Asmaul Husna, seorang anggota KPPS di Desa Suntri, Kecamatan Gunem. Kandungannya keguguran, setelah Pemilu. Diperkirakan juga faktor kelelahan, lantaran penghitungan suara baru selesai dini hari.

Salah satu komisioner KPU Kabupaten Rembang, Musoffa menyatakan pihaknya sudah mendatangi kediaman Nurul Hidayati yang meninggal dunia, untuk menyampaikan ucapan bela sungkawa. Ia berharap nantinya pemerintah juga turut memberikan santunan bagi sejumlah korban.

“Kami ke rumah ibu Nurul ya bawa sekedarnya, hasil dari kantong temen-temen sendiri. Kabarnya melalui berita, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan ngasih santunan. Yang dari KPU RI, belum ada kabar, semoga sich ada santunan untuk mereka, kasihan, “ ujarnya.

Musoffa membenarkan penyelenggara Pemilu tidak hanya merasakan kelelahan fisik, tetapi tingginya atmosfer politik belakangan ini menimbulkan kelelahan psikis, berusaha sekuat tenaga ingin mensukseskan Pemilu. Ia mencontohkan di tempat pemungutan suara (TPS), banyak formulir maupun rekapitulasi penghitungan yang harus KPPS selesaikan. Belum lagi di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Bahkan ada anggota PPK yang meneken tanda tangan sampai lebih dari 900 kali, karena banyaknya formulir. Begitu muncul wacana penyederhanaan Pemilu pada masa mendatang, Musoffa sangat mendukung.

“Kalau orang mencangkul, mungkin lebih lelah. Tapi ini kan kombinasi antara lelah fisik sama lelah psikis, itu luar biasa. Nggak doyak makan pokoknya. Menguras tenaga dan pikiran kita. Sekarang bayangkan ada 5 jenis surat suara. Itu laporannya diserahkan sama saksi, Panwas, PPS. Yang PPK saya terima info, tanda tangan saja sampai lebih dari 900 kali, “ Imbuh Musoffa.

Melihat perkembangan terbaru, proses rekapitulasi manual Pemilu di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) sudah selesai, hari Jum’at (26/04/2019). Setelah itu, KPU mengagendakan rekapitulasi manual tingkat Kabupaten Rembang berlangsung hari Selasa (30/04), rencananya di lantai IV Gedung Setda Rembang. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *