Semangat Festival Jaga Bumi, Mulailah Dari Lingkungan Rumah Sendiri
Lomba mewarnai bagi siswa TK dengan tema menjaga bumi dan gerakan tanam pohon di pinggir Pantai Nyamplung Indah Desa Tritunggal, Rembang, Senin (22/04).
Lomba mewarnai bagi siswa TK dengan tema menjaga bumi dan gerakan tanam pohon di pinggir Pantai Nyamplung Indah Desa Tritunggal, Rembang, Senin (22/04).

Rembang – Pemerintah Kabupaten Rembang mendorong supaya warga melakukan gerakan menanam pohon dari lingkungan sekitar rumah masing-masing. Kombinasi antara pekarangan hijau dengan kelestarian hutan, diharapkan mampu menambah pasokan oksigen.

Noor Effendi, Asisten III Sekda Rembang menyampaikan masalah tersebut, saat menghadiri Festival Jaga Bumi di pinggir Pantai Nyamplung Indah Desa Tritunggal, Rembang, Senin pagi (22 April 2019).

Noor mengemukakan hutan yang menjadi paru-paru dunia bermanfaat untuk menunjang kehidupan manusia. Tidak hanya menghasilkan oksigen, tetapi juga menjaga sumber air. Menurutnya, merusak hutan sama saja menghancurkan peradaban manusia.

“Untuk menunjang kelestarian alam, bisa dimulai dari lingkungan keluarga masing-masing. Tanam pohon, tambah penghijauan. Selain itu, mari kita terus kampanyekan untuk menjaga hutan. Yang lahan kosong bisa direboisasi, “ tuturnya.

Pihak PT. Semen Gresik selaku penyelenggara Festival Jaga Bumi, diwakili Direktur Operasional, Joko Sulistyono menyatakan pihaknya membuka diri, apabila ada saran maupun kritik dari masyarakat dalam aktivitas pengelolaan pabrik, yang mengarah pada kepedulian lingkungan.

Ia mencontohkan melalui Festival Jaga Bumi ini, pihaknya ingin memberikan kontribusi dalam gerakan peduli lingkungan. Selain itu, untuk mengenalkan obyek wisata di Kabupaten Rembang, salah satunya Pantai Nyamplung Indah.

“Kegiatan ini ada tanam pohon, ada lomba dan bersih-bersih sampah. Diikuti oleh anak-anak TK, SD, pelajar, mahasiswa, maupun elemen yang peduli lingkungan, “ terang Joko.

Ditemui terpisah, Kepala Desa Tritunggal, Zuhri menyatakan pihaknya mengapresiasi Festival Jaga Bumi berlangsung di pinggir pantai kampungnya. Ketika orang luar desa Tritunggal saja peduli, mestinya masyarakat setempat akan jauh lebih peduli. Minimal mereka tidak membuang sampah sembarangan, yang dapat bermuara ke laut.

“Laut sekarang menjadi sumber penghasilan nelayan. Laut juga menjadi sumber pendapatan bagi para pedagang di Pantai Nyamplung Indah. Sudah ada tempat sampah, makanya bareng-bareng kita mulai kesadaran dari diri sendiri, jangan buang sampah sembarangan, “ kata Zuhri. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *